Ketua DPW NasDem Jakarta Pimpin Aksi di Kantor Tempo, Ultimatum Bawa ke Dewan Pers

Ilustrasi Surya Paloh jadi polemik, kader NasDem turun ke jalan desak Tempo minta maaf terbuka.

Selasa, 14 April 2026 - 17:30 WIB
Ketua DPW NasDem Jakarta Pimpin Aksi di Kantor Tempo, Ultimatum Bawa ke Dewan Pers
Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino saat menggelar aksi massa di Gedung Tempo Media Group, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2026). Foto: Feris Pakpahan/Hallonews

HALLONEWS.ID – Ratusan kader dan simpatisan Partai NasDem dari berbagai wilayah mendatangi kantor Tempo Media Group di Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa (14 April 2026).

Kedatangan mereka merupakan bentuk protes atas konten video ilustrasi viral yang dinilai menyinggung partai. Video tersebut menggambarkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, tengah melepas sepatu dan jas biru di tengah gurun tandus.

Visual itu memicu reaksi keras dari kader NasDem karena dianggap merendahkan simbol dan martabat partai.

Tak hanya itu, protes juga dilayangkan terhadap pemberitaan yang menyebut Partai NasDem sebagai perusahaan terbuka (PT), serta isu merger dengan Partai Gerindra yang dinilai tidak akurat.

Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendesak manajemen Tempo Media Group untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh kader NasDem.

Ia menilai pemberitaan tersebut tidak hanya menimbulkan kesan keberpihakan, tetapi juga merendahkan harkat dan martabat kader.

“Dalam pertemuan antara perwakilan NasDem dan direksi Tempo, kedua belah pihak mengakui adanya perbedaan persepsi,” katanya kepada wartawan di lokasi, Selasa (14 April 2026).

“Meski demikian, NasDem tetap menuntut klarifikasi resmi dan permintaan maaf terbuka,” imbuhnya.

Menurut Wibi, manajemen Tempo telah menyatakan kesediaannya untuk memuat permintaan maaf dalam waktu 1×24 jam.

Namun, ia menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut harus dipublikasikan secara luas, bukan hanya disampaikan dalam forum tertutup.

NasDem kini memilih menunggu realisasi komitmen tersebut. Wibi menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam jika janji itu tidak ditepati.

“Jika dalam 1×24 jam tidak ada permintaan maaf, kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. Selain itu, kami juga akan membawa persoalan ini ke Dewan Pers,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Ahmad Jupiter, menilai cover Majalah Tempo edisi 12 April 2026 telah melampaui batas kritik konstruktif.

Ia menyebut ilustrasi yang ditampilkan tidak lagi sekadar menyampaikan pesan, tetapi berpotensi membentuk persepsi yang merendahkan sosok Surya Paloh secara tidak proporsional.

Lebih lanjut, Jupiter menilai pemberitaan tersebut mengandung unsur insinuatif dan tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang bertanggung jawab.

Ia juga menyoroti penggunaan judul cover yang dianggap menyudutkan, yakni “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. (fer)