Kasus Mutilasi Bekasi, Kaki dan Tangan Korban Ditemukan di Bogor

Kasus mutilasi di Bekasi terungkap. Polisi menemukan potongan tangan dan kaki korban di Bogor, sementara jasad disimpan di freezer kios ayam.

Senin, 30 Maret 2026 - 18:17 WIB
Kasus Mutilasi Bekasi, Kaki dan Tangan Korban Ditemukan di Bogor
Polisi melakukan olah TKP di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Foto/Hallonews

HALLONEWS.ID – Kasus mutilasi yang menggegerkan wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mulai menemui titik terang. Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya memastikan seluruh bagian tubuh korban telah ditemukan, setelah sebelumnya tangan dan kaki korban sempat hilang.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengungkapkan bahwa dua bagian tubuh terakhir ditemukan di Kabupaten Bogor, Senin (30/3/2026). “Sudah ditemukan di daerah Cariu, Bogor,” kata Rahim.

Dengan temuan tersebut, aparat memastikan jasad korban kini dalam kondisi utuh. Sebelumnya, saat mayat pertama kali ditemukan di dalam freezer sebuah kios ayam goreng, bagian tangan dan kaki tidak berada di lokasi.

“Semua anggota tubuh korban sudah lengkap. Untuk motif masih pendalaman,” ucapnya.

Di sisi lain, polisi juga telah mengamankan dua orang terduga pelaku pembunuhan. Keduanya diketahui merupakan rekan kerja korban di kios ayam goreng tersebut.

Dua pelaku berinisial DS alias A dan S, yang sehari-hari bertugas sebagai penggoreng ayam, ditangkap di wilayah Cikijing, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (29/3/2026).

Kasus ini bermula saat pemilik usaha, Elen Saputra pulang ke lokasi setelah sebelumnya mudik ke Cilacap bersama keluarga pada 18 Maret 2026. Saat kembali, ia justru menemukan jasad korban tersimpan di dalam freezer penyimpanan daging ayam.

Korban diduga adalah Abdul Hamid, yang bekerja sebagai penjaga kios dan memilih tetap tinggal di ruko karena tidak memiliki keluarga di kampung halaman.

Kecurigaan semakin kuat ketika dua karyawan lain yang sebelumnya hendak pulang kampung justru tidak dapat dihubungi. Nomor telepon keduanya diketahui sudah tidak aktif.

Selain itu, pemilik usaha juga melaporkan kehilangan sejumlah barang, termasuk dua sepeda motor jenis Honda Beat dan Vario, serta uang tunai sekitar Rp500 ribu.

Polisi kini terus mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk kronologi lengkap kejadian dan dugaan upaya menghilangkan jejak. Penanganan perkara dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation untuk memastikan setiap proses berbasis bukti.

“Setiap tahapan dilakukan secara hati-hati agar peristiwa ini bisa terungkap secara utuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Serang Baru AKP Hotma menyatakan seluruh barang bukti tengah diperiksa secara forensik guna mengungkap penyebab kematian korban. “Ditangani Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi,” katanya.

Hingga kini, kata dia, polisi masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk memastikan penyebab pasti kematian korban dalam kasus yang sempat menggemparkan warga Bekasi tersebut. (dul)