Kemnaker Buka Sertifikasi Gratis bagi Alumni MagangHub, Berlaku di 21 LSP

Kemnaker memfasilitasi sertifikasi kompetensi BNSP gratis bagi alumni MagangHub 2026. Program ini diharapkan meningkatkan daya saing tenaga kerja dan memperluas peluang kerja di berbagai sektor industri.

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:00 WIB
Kemnaker Buka Sertifikasi Gratis bagi Alumni MagangHub, Berlaku di 21 LSP
Kemenaker for Hallonews foto : Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah bagi lulusan Program Magang Nasional.

HALLONEWS.ID – Program Magang Nasional atau MagangHub tidak hanya membekali peserta dengan pengalaman kerja di dunia industri, tetapi juga membuka akses terhadap sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah bagi lulusan program tersebut untuk meningkatkan peluang bersaing di pasar kerja.

Menurut Yassierli, pengakuan kompetensi melalui sertifikasi resmi merupakan langkah strategis agar keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pemagangan memiliki legitimasi dan dapat diterima oleh dunia usaha maupun industri.

Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, memberikan fasilitas sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi tanpa dipungut biaya. Program ini dilaksanakan melalui jaringan balai pelatihan vokasi milik Kemnaker yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Fasilitas sertifikasi ini diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan program MagangHub agar mereka memiliki pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki,” ujar Yassierli dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan, alumni MagangHub yang ingin mengikuti sertifikasi terlebih dahulu harus melakukan registrasi secara daring. Dalam proses tersebut, peserta dapat memilih salah satu dari 15 skema sertifikasi yang tersedia sesuai bidang keahlian dan pengalaman kerja yang diperoleh selama menjalani pemagangan.

Setelah proses pendaftaran selesai, peserta akan mengikuti uji kompetensi secara langsung di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berada di bawah jaringan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker.

Saat ini terdapat 21 LSP yang siap melayani pelaksanaan sertifikasi bagi lulusan MagangHub. Fasilitas tersebut tersebar melalui enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) yang berada di Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, dan Serang.

Selain itu, terdapat pula 15 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang berlokasi di Ambon, Banda Aceh, Bandung Barat, Bantaeng, Banyuwangi, Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, dan Ternate.

Yassierli memastikan seluruh tahapan sertifikasi tersebut tidak dikenakan biaya kepada peserta. Menurutnya, sertifikat kompetensi menjadi instrumen penting yang dapat memperkuat posisi lulusan saat memasuki dunia kerja.

“Sertifikasi ini menjadi bukti konkret bahwa peserta benar-benar menguasai keterampilan tertentu. Hal itu tentu akan mempermudah mereka ketika melamar pekerjaan atau bersaing di industri,” katanya.

Pemerintah sendiri terus memperluas cakupan MagangHub sepanjang 2026 dengan target menjangkau hingga 150 ribu peserta dari berbagai sektor. Untuk memastikan kualitas lulusan semakin baik, proses pemagangan kini terintegrasi dengan skema sertifikasi kompetensi.

Dengan kombinasi pengalaman kerja dan sertifikasi resmi, Kemnaker berharap lulusan MagangHub memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki pasar kerja sekaligus mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus berkembang di berbagai sektor industri. (agn)