Longsor Susulan Lumpuhkan Jalur KA Siliwangi, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

Longsor di lintas Cibeber–Lampegan membuat jalur KA Sukabumi ditutup. Sejumlah perjalanan KA Siliwangi dibatalkan.

Kamis, 23 April 2026 - 12:17 WIB
Longsor Susulan Lumpuhkan Jalur KA Siliwangi, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan
Ilustrasi penumpang kereta api yang akan melakukan perjalanan. Foto: Humas KAI Daop 1 for Hallonews

HALLONEWS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta api akibat longsoran susulan yang terjadi di Km 73+900 hingga Km 74+000 pada petak jalan Cibeber–Lampegan, wilayah Daop 2 Bandung.

Manager Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa longsoran terjadi akibat cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi di lokasi yang sama dengan kejadian sebelumnya.

“Pada Rabu, 22 April 2026 pukul 20.40 WIB, kembali terjadi kondisi amblas di titik tersebut. Demi keselamatan perjalanan kereta api, dilakukan pemasangan Semboyan 3 atau jalur tidak dapat dilalui. Akibatnya, perjalanan KA 345 tertahan di Stasiun Cibeber,” ujar Franoto dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Dampak dari gangguan ini, perjalanan KA Siliwangi dari Stasiun Sukabumi untuk sementara tidak dapat dioperasikan. Sejumlah perjalanan kereta juga dibatalkan, yakni:

* KA 342 (Siliwangi) relasi Sukabumi–Cianjur
* KA 344 (Siliwangi) relasi Sukabumi–Cipatat
* KA 343 (Siliwangi) relasi Cipatat–Sukabumi
* KA 346 (Siliwangi) relasi Sukabumi–Cipatat
* KA 345 (Siliwangi) relasi Cipatat–Sukabumi

KAI menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Saat ini, tim tanggap darurat tengah melakukan penanganan dan perbaikan secara intensif di lokasi guna mempercepat pemulihan jalur.

“Kami memahami pembatalan perjalanan ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan, termasuk yang telah merencanakan perjalanan jauh hari. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kondisi di luar kendali ini,” kata Franoto.

Ia menambahkan, KAI tetap berkomitmen mengedepankan keselamatan meskipun berdampak pada perubahan jadwal perjalanan. “Bagi pelanggan yang membatalkan tiketnya, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

KAI mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi perusahaan serta menyesuaikan rencana perjalanan.

KAI berharap proses penanganan dapat berjalan lancar sehingga perjalanan kereta api segera kembali normal dan dapat melayani masyarakat secara optimal. (agn)