Lonjakan Pengunjung Saat Libur Paskah, Kebun Raya Bogor Tawarkan Wisata Edukasi dan Alam

Kebun Raya Bogor mencatat lonjakan pengunjung hingga 30 persen saat libur Paskah. Program edukasi dan koleksi tanaman unik jadi daya tarik utama.

Senin, 6 April 2026 - 14:37 WIB
Lonjakan Pengunjung Saat Libur Paskah, Kebun Raya Bogor Tawarkan Wisata Edukasi dan Alam
Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi wisatawan saat libur panjang. (Hallonews.id/Yopy M Doroh)

HALLONEWS.ID – Kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Bogor mengalami peningkatan signifikan selama libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan Paskah. Lonjakan jumlah pengunjung mencapai sekitar 30 persen dibandingkan akhir pekan biasa.

Pada hari normal, jumlah pengunjung berkisar 7.000 orang. Namun, selama libur Paskah terjadi penambahan sekitar 2.000 pengunjung. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata di ruang terbuka dengan suasana sejuk dan asri.

Manajemen menghadirkan berbagai program menarik yang menggabungkan unsur hiburan dan edukasi.

Salah satu yang paling diminati adalah program Botanical Journey, yang mengajak pengunjung mengenal ragam koleksi tanaman secara langsung.

Selain itu, tersedia pula kelas edukasi seperti kokedama, terarium, dan ecoprint yang memberikan pengalaman interaktif, khususnya bagi keluarga dan pelajar.

General Manager PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa momen libur nasional memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah wisatawan.

“Berbagai program menarik selama libur Paskah seperti Botanical Journey serta kelas edukasi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).

Kebun Raya Bogor menjadi destinasi favorit warga dari Jakarta, Depok, hingga Tangerang karena kombinasi lanskap yang indah, udara sejuk, serta koleksi tanaman yang unik dan beragam.

Salah satu daya tarik utama adalah Victoria amazonica atau teratai raksasa. Meski ukurannya tidak sebesar di habitat aslinya di Amazon, tanaman ini tetap memikat perhatian pengunjung.

Seorang pengunjung asal Jakarta, Rahmad, mengaku tertarik mengunjungi Kebun Raya Bogor untuk melihat langsung danau teratai.

Menurutnya, ukuran daun teratai di Bogor yang berkisar 1 hingga 1,5 meter memberikan keunikan tersendiri dibandingkan di habitat aslinya.

Selain itu, ia juga penasaran dengan keberadaan kelapa kembar yang menjadi salah satu koleksi unik di Kebun Raya Bogor.

Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, Kebun Raya Bogor juga menyimpan nilai sejarah. Salah satunya adalah pohon Litchi chinensis yang ditanam sejak tahun 1823 dan masih berdiri hingga kini, meski tidak lagi berbuah.

Di sisi lain, terdapat pula situs budaya berupa Patung Lembu Nandi yang menjadi daya tarik tersendiri. Patung ini diyakini berasal dari kawasan Ciapus dan dipindahkan ke Kebun Raya Bogor pada abad ke-19, meski asal-usul pastinya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Bagi kalangan pendidik, Kebun Raya Bogor juga menjadi lokasi pembelajaran luar ruang yang ideal. Regina, seorang guru yang membawa muridnya, mengaku tertarik mempelajari sejarah tanaman kina yang pernah dibawa ke Bogor namun gagal tumbuh optimal.

Lonjakan pengunjung selama libur Paskah ini semakin menegaskan peran Kebun Raya Bogor sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga nilai edukasi dan konservasi. (opy)