Bawa Tiga Bukti Video, Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar dan Akun Youtube ke Bareskrim

Jusuf Kalla geram dituding danai isu ijazah Jokowi. Tiga video jadi bukti laporan ke Bareskrim, sejumlah akun YouTube ikut terseret.

Senin, 6 April 2026 - 14:53 WIB
Bawa Tiga Bukti Video, Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar dan Akun Youtube ke Bareskrim
Pengacara JK, Abdul Haj Talohu mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Rismon Sianipar dan sejumlah akun YouTube. Hallonews

HALLONEWS.ID – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengambil langkah hukum dengan melaporkan Rismon Sianipar dan sejumlah akun YouTube ke Bareskrim Polri.

Langkah ini diambil setelah muncul tudingan yang menyebut JK mendanai isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pengacara JK, Abdul Haj Talohu mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah bukti untuk mendukung laporan tersebut.
“Barang bukti yang dibawa total ada tiga video,” ujarnya kepada wartawan di Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

Menurut Abdul, laporan ini dibuat sebagai respons atas pernyataan Rismon yang menuding JK sebagai pihak di balik polemik ijazah Jokowi. Tuduhan tersebut disebut muncul setelah Rismon mengunjungi kediaman Jokowi di Solo.

Dalam pernyataannya, Rismon diduga menyebut JK memberikan dana hingga Rp5 miliar kepada Roy Suryo dan pihak lain terkait isu tersebut.

Pihak JK menilai tudingan itu tidak berdasar dan merugikan nama baik, sehingga perlu diproses secara hukum.

Selain Rismon, empat akun YouTube turut dilaporkan karena dianggap menyebarkan pernyataan yang dinilai tidak benar dan menyudutkan JK.

Kanal tersebut antara lain Ruang Konsensus, Musik Ciamis, Mosato TV, dan YouTuber Nusantara.

Abdul menyebut, beberapa konten bahkan memuat narasi yang dinilai serius, seperti tuduhan upaya makar hingga pernyataan yang dianggap mencemarkan nama baik.

“Ada pernyataan-pernyataan yang sangat fatal dan perlu diuji kebenarannya. Ini masuk kategori berita bohong,” tegasnya.

Melalui laporan ini, pihak JK berharap ada klarifikasi dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang polemik terkait isu ijazah Presiden Jokowi yang belakangan kembali ramai diperbincangkan di ruang publik, khususnya di media sosial. (*)