LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Beri Layanan Prima, Legislator DKI: Jangan Hanya Megah Secara Fisik

Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo optimistis Hub Manggarai mampu memperkuat integrasi transportasi dan mengurangi kemacetan. Namun, kualitas layanan dan kepuasan masyarakat diminta menjadi prioritas.

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:00 WIB
LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Beri Layanan Prima, Legislator DKI: Jangan Hanya Megah Secara Fisik
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan.

HALLONEWS.ID – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menilai rampungnya pembangunan proyek LRT Jakarta rute Pegangsaan Dua-Manggarai telah mencapai 95 persen menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas sistem transportasi umum di Jakarta.

Menurut dia, keberadaan simpul transportasi tersebut diharapkan mampu memperkuat integrasi antarmoda sekaligus mendorong semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Rio mengatakan LRT Jakarta rute Pegangsaan Dua-Manggarai harus mampu menghadirkan layanan yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, cepat, dan efisien bagi masyarakat.

“Harapannya, keberadaan fasilitas ini benar-benar memperlancar mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas antar moda transportasi di Jakarta,” kata Rio ditemui di Gedung DPRD, Jakarta Pusat pada Selasa (14/7/72026).

Ia menilai keberhasilan proyek tersebut tidak cukup hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik.

Lanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI (Pemprov) Jakarta juga harus memastikan kualitas pelayanan berjalan sesuai ekspektasi masyarakat.

Menurut Rio, pelayanan yang prima menjadi faktor utama agar masyarakat semakin yakin menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama dalam beraktivitas sehari-hari.

“Jangan sampai muncul kesenjangan antara harapan masyarakat dengan pelayanan yang diterima setelah fasilitas mulai beroperasi,” ujarnya.

“Karena itu, evaluasi secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal,” tambahnya.

Selain peningkatan layanan, Rio meminta pemerintah segera menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dirasakan warga sebagai dampak pembangunan LRT Jakarta rute Pegangsaan Dua-Manggarai.

Berbagai keluhan yang muncul selama proses konstruksi, menurut dia, tidak boleh diabaikan setelah proyek dinyatakan selesai.

“Jangan sampai pembangunan justru meninggalkan persoalan baru bagi masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Dampak yang masih tersisa harus segera ditangani,” tandasnya.

Rio juga menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut.

Menurut dia, sistem transportasi yang baik hanya dapat tercipta apabila disertai mekanisme pemantauan dan evaluasi yang konsisten.

“Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar untuk melakukan berbagai penyempurnaan layanan,” ucapnya.

Tak hanya itu, Rio mendorong adanya survei kepuasan pengguna secara berkala.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui sejauh mana keberadaan Hub Manggarai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Meski demikian, Rio mengaku optimistis penguatan integrasi transportasi akan berdampak terhadap pengurangan kemacetan di Jakarta.

Ia melihat kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Transportasi publik sekarang bukan lagi sekadar alternatif. Bagi banyak warga, angkutan umum sudah menjadi pilihan utama karena semakin nyaman dan terintegrasi,” katanya.

Menurut Rio, berbagai program integrasi antara Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, hingga KRL Commuter Line diyakini akan semakin mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memangkas waktu tempuh dan biaya perjalanan.

Ia menambahkan, berbagai kebijakan yang telah diterapkan Pemprov DKI Jakarta, termasuk pemberian layanan gratis bagi kelompok masyarakat tertentu, juga menjadi stimulus untuk meningkatkan minat warga menggunakan transportasi umum.

“Seluruh upaya tersebut terus diperkuat sehingga target mengurangi kemacetan dan menciptakan sistem transportasi publik yang modern dapat tercapai secara berkelanjutan,” pungkasnya. (fer)