Mendagri Kerahkan 700 Lebih Praja IPDN Bersihkan Lumpur Bencana di Aceh Tamiang

Mendagri Tito Karnavian memimpin langsung pengerahan 700 lebih praja IPDN untuk percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, fokus bersihkan lumpur tebal.

Sabtu, 4 April 2026 - 15:48 WIB
Mendagri Kerahkan 700 Lebih Praja IPDN Bersihkan Lumpur Bencana di Aceh Tamiang
Mendagri Tito Karnavian. Hallonews

HALLONEWS.ID – Upaya percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus digenjot. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menurunkan ratusan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam gelombang ketiga guna membantu penanganan wilayah terdampak.

Sebanyak 731 praja tingkat pertama bersama 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) diterjunkan langsung ke lapangan.

Penugasan ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

Apel pembukaan gelombang ketiga digelar di kawasan Istana Benua Raja, Sabtu (4/4/2026).

Dalam arahannya, Tito menegaskan bahwa fokus utama kali ini adalah menangani wilayah yang masih tertutup lumpur tebal akibat banjir.

Menurutnya, pada tahap awal penanganan difokuskan pada pembersihan area perkantoran, kemudian diperluas ke lingkungan permukiman warga pada tahap berikutnya. Kini, tugas difokuskan pada titik-titik dengan dampak terberat yang belum sepenuhnya tertangani.

“Prioritas saat ini adalah membersihkan sisa lumpur, termasuk yang sudah mengeras, di kawasan permukiman dan lokasi penting,” ujarnya

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir, dengan endapan lumpur yang mencapai ketinggian signifikan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menghambat aktivitas masyarakat dan membutuhkan penanganan intensif.

Penugasan gelombang ketiga ini direncanakan berlangsung selama satu bulan. Namun, jika pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, tim akan dialihkan ke wilayah lain yang juga membutuhkan bantuan.

Selain mengerahkan personel, Kemendagri juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari alat manual seperti cangkul dan sekop hingga alat berat dan kendaraan angkut untuk mempercepat proses pembersihan.

Tito juga mengingatkan seluruh praja untuk menjaga kesehatan dan disiplin selama menjalankan tugas di lapangan, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab.

Sejumlah pejabat daerah dan pusat turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Wakil Gubernur Aceh, Bupati Aceh Tamiang, serta jajaran Forkopimda setempat.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak, sekaligus membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas secara normal. (min)