Mendikdasmen Tegaskan Belajar Mengajar Tetap Dilakukan di Sekolah

Wacana penerapan kegiatan belajar mengajar secara hybrid (daring atau luring) dibatalkan karena mempertimbangkan aspek akademik dan penguatan pendidikan karakter para murid.

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:00 WIB
Mendikdasmen Tegaskan Belajar Mengajar Tetap Dilakukan di Sekolah
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah setelah libur hari raya Idulfitri. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah setelah rangkaian hari raya Idulfitri.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti usai merespons kabar tentang wacana penerapan sistem hybrid yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring.

Ia mengatakan wacana penerapan kegiatan belajar mengajar secara hybrid (daring atau luring) dibatalkan karena mempertimbangkan aspek akademik dan penguatan pendidikan karakter para murid.

“Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam keterangan tertulis seperti dikutip di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Di tempat terpisah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan bahwa sektor pendidikan tidak boleh terganggu dan harus tetap optimal demi menjaga kualitas sumber daya manusia.

Ia menyampaikan bahwa arahan tersebut sejalan dengan visi Prabowo Subianto yang mendorong percepatan transformasi nasional di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Pratikno menambahkan memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring.

Namun demikian, lanjutnya, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, maka pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.

Menko PMK pun menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.

Menurutnya, di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.

Oleh karena itu, ia mengatakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa.

“Demikian juga dengan layanan media esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,” tandasnya. (agn)