Musik dan Konservasi Bersatu pada Sunset di Kebun 2026, Hoya Jadi Ikon Pelestarian Alam

Sunset di Kebun 2026 di Kebun Raya Bogor hadir memadukan musik, budaya, dan gerakan konservasi lingkungan dengan Hoya sebagai plant heroes untuk edukasi generasi muda.

Senin, 11 Mei 2026 - 23:00 WIB
Musik dan Konservasi Bersatu pada Sunset di Kebun 2026, Hoya Jadi Ikon Pelestarian Alam
Pengunjung Sunset KRB memadati panggung utama dan tempat foto, Minggu (10/5/2026). Hallonews/Yopy Doroh

HALLONEWS.ID – Festival musik bernuansa alam, Sunset di Kebun Series 2026, kembali digelar di Kebun Raya Bogor dengan konsep yang lebih kreatif dan edukatif.

Mengusung tema “Music Show with Green Conservation and Culture Movement”, acara ini menghadirkan perpaduan hiburan musik, kampanye lingkungan, serta gerakan budaya yang menyasar generasi muda.

Program ini diprakarsai oleh PT Mitra Natura Raya, bagian dari Dyandra & Co. (IDX: DYAN), yang merupakan mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengelolaan Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Bali.

Festival tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Tring! by Pegadaian sebagai presented partner.

Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan Sunset di Kebun bukan sekadar festival musik, melainkan media komunikasi untuk memperkenalkan fungsi kebun raya sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan.

Menurutnya, musik menjadi pendekatan efektif untuk menyampaikan pesan pelestarian alam kepada generasi muda. Melalui suasana pertunjukan yang intim di ruang terbuka, pengunjung diajak lebih dekat dengan isu konservasi, keanekaragaman hayati, serta pentingnya menjaga lingkungan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Sunset di Kebun mengangkat tanaman Hoya sebagai plant heroes. Pemilihan Hoya dilakukan karena Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman Hoya terbesar di dunia.

Berbagai spesies Hoya tumbuh alami di sejumlah wilayah Nusantara, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Tanaman ini memiliki ciri khas daun dan bunga menyerupai lilin sehingga populer sebagai tanaman hias sekaligus memiliki nilai penting dalam konservasi hayati.

Konsep plant heroes sendiri menjadi strategi komunikasi yang dirancang agar lebih dekat dengan kalangan muda.

Tanaman yang dipilih akan diperkenalkan secara kreatif kepada pengunjung, termasuk melalui simbolisasi kepada para musisi yang tampil di panggung.

Penyelenggara berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian tanaman langka, baik melalui konservasi di habitat asli maupun di luar habitat alami.

Sunset di Kebun 2026 berlangsung selama dua hari, yakni pada 9–10 Mei 2026. Sejumlah musisi nasional tampil memeriahkan festival tersebut.

Pada hari pertama, panggung diisi oleh Adrian Khalif, Idgitaf, Fiersa Besari, dan Bernadya. Sementara hari kedua menghadirkan The Adams, Tanayu, Rumah Sakit, Barasuara, Feast, dan Hindia.

Festival ini juga memberikan ruang bagi musisi lokal melalui program eksplorasi musik dengan menghadirkan Harra dan Nathalie Ezmelarda.

Selain pertunjukan musik, Sunset di Kebun menghadirkan sejumlah program pendukung seperti Lesstari, Conservation, Natura, Kultura, Sunset Market, Paket Cinta, hingga Bike to Sunset.

Program Lesstari menjadi salah satu kampanye keberlanjutan yang mengajak pengunjung mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan, termasuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai selama acara berlangsung.

Pengunjung juga dapat menikmati area piknik, tenant kuliner, serta berbagai aktivitas komunitas yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas lokal, Sunset di Kebun ingin menciptakan pengalaman festival yang tidak hanya menghibur, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Terselenggaranya Sunset di Kebun 2026 melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BRIN dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bentuk sinergi antara sektor hiburan, konservasi, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Selain Tring! by Pegadaian sebagai presented partner, acara ini turut didukung oleh sejumlah sponsor seperti Bank Mandiri, Kopi ABC, Chitato, Indomie, Pop Mie, dan Sambal Indofood.

Beberapa brand pendukung lainnya antara lain ION Network, Yayasan Dharma Bakti Astra, Kopi Kenangan, Photoria, Tarobun, dan Amaris Hotel. (opy)