Naik Rp4,7 Miliar di LHKPN, Ini Harta Kekayaan Seskab Teddy Indra Wijaya
Harta kekayaan Seskab Teddy Indra Wijaya versi LHKPN KPK naik menjadi Rp20,1 miliar pada 2025. Aset properti dan kas meningkat, sementara nilai mobil menyusut.

HALLONEWS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis laporan terbaru harta kekayaan milik Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Dalam laporan per 31 Desember 2025, total kekayaan Seskab tersebut tercatat mencapai Rp20.116.632.669 atau sekitar Rp20,1 miliar. Angka itu melonjak cukup signifikan dibanding laporan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp15,3 miliar.
Kenaikan harta Teddy terutama berasal dari aset tanah dan bangunan, kas tunai, hingga harta bergerak lainnya yang nilainya meningkat tajam sepanjang 2025.
Untuk aset properti, Teddy tercatat memiliki tanah dan bangunan senilai Rp9,045 miliar yang tersebar di sejumlah daerah seperti Sragen, Minahasa, hingga Bekasi. Nilai aset propertinya bahkan disebut naik sekitar Rp845 juta dibanding laporan sebelumnya.
Selain properti, kategori harta bergerak lainnya menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan lonjakan lebih dari Rp3 miliar. Kas dan setara kas juga bertambah hampir Rp1 miliar dalam setahun.
Namun di tengah lonjakan kekayaan tersebut, ada hal menarik yang ikut menjadi perhatian publik, yakni koleksi kendaraan Teddy yang justru mengalami penyusutan nilai.
Berbeda dengan sejumlah pejabat yang menambah mobil baru, Teddy tercatat tetap mempertahankan kendaraan lamanya tanpa membeli unit terbaru. Dalam laporan LHKPN terbaru, ia masih mengandalkan tiga SUV lawas sebagai kendaraan pribadi, yakni:
– Toyota Land Cruiser
– Toyota Fortuner
– Honda CR-V
Seluruh kendaraan tersebut dilaporkan berasal dari hasil sendiri. Karena tidak ada penambahan kendaraan baru, nilai aset mobil Teddy ikut mengalami depresiasi pasar otomotif.
Pada laporan LHKPN 2024, total nilai ketiga mobil itu masih berada di angka Rp1,33 miliar. Namun dalam laporan terbaru, nilainya turun menjadi sekitar Rp1,21 miliar.
Nilai Toyota Land Cruiser miliknya tercatat menyusut sekitar Rp35 juta, sedangkan Toyota Fortuner turun sekitar Rp40 juta dalam setahun.
Laporan LHKPN ini memperlihatkan kontras menarik: ketika total kekayaan Teddy terus meningkat hingga menembus Rp20 miliar, nilai koleksi kendaraan pribadinya justru terus menurun karena tetap mempertahankan mobil lama. (dul)
