PDIP Pertanyakan Tiga Kali Kunjungan Prabowo ke Prancis, Minta Pemerintah Lebih Transparan

PDIP menyoroti tiga kali kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis sepanjang 2026. Andreas Hugo Pareira meminta pemerintah lebih transparan menjelaskan tujuan dan capaian setiap lawatan luar negeri.

Minggu, 31 Mei 2026 - 6:06 WIB
PDIP Pertanyakan Tiga Kali Kunjungan Prabowo ke Prancis, Minta Pemerintah Lebih Transparan
Andreas Hugo Pareira, menilai frekuensi perjalanan luar negeri seorang kepala negara wajar menjadi perhatian publik. Foto: DPR for Hallonews

HALLONEWS.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyoroti intensitas kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, khususnya ke Prancis yang telah berlangsung tiga kali sejak awal 2026.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menilai frekuensi perjalanan luar negeri seorang kepala negara wajar menjadi perhatian publik.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami perdebatan serupa pada era Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang saat itu kerap mendapat sorotan karena agenda kunjungan internasionalnya.

Menurut Andreas, kini perhatian yang sama mulai diarahkan kepada Presiden Prabowo seiring meningkatnya aktivitas diplomasi luar negeri yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Andreas usai menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) PDIP di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menegaskan bahwa setiap kunjungan kenegaraan seharusnya disertai penjelasan yang transparan mengenai tujuan, agenda, serta capaian yang ingin diraih. Dengan demikian, publik dapat memahami kepentingan strategis di balik perjalanan tersebut.

Ia menilai polemik muncul karena informasi terkait kunjungan Presiden ke Prancis baru dijelaskan setelah agenda berlangsung. Padahal, menurutnya, masyarakat berhak mengetahui lebih awal alasan dan target kunjungan tersebut karena Presiden menjalankan tugas sebagai representasi negara.

Andreas juga mendorong pemerintah, khususnya pihak yang bertugas menyampaikan informasi kepresidenan, untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai agenda-agenda luar negeri Presiden agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Ketika Presiden melakukan kunjungan ke luar negeri, publik perlu mengetahui tujuan dan manfaatnya sejak awal. Transparansi menjadi penting karena Presiden hadir membawa nama negara,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, Prabowo telah melakukan tiga kunjungan ke Prancis sepanjang 2026, yakni pada 23 Januari, 14 April, dan 27 Mei.

Sementara itu, pemerintah menjelaskan bahwa pertemuan Prabowo dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, difokuskan pada penguatan hubungan bilateral kedua negara. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama Indonesia dan Prancis dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Presiden juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran kedua negara dalam mendorong stabilitas dan perdamaian internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia.

Menurut Prabowo, perkembangan teknologi dan keterhubungan global membuat konflik bersenjata tidak lagi menjadi solusi yang menguntungkan bagi pihak mana pun. Karena itu, Indonesia akan terus mendukung berbagai upaya diplomasi dan penyelesaian sengketa secara damai sebagai bagian dari komitmennya menjaga perdamaian dunia. (agn)