Pemprov DKI Pastikan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek Tidak Bebani Penumpang
Pemprov DKI Jakarta memastikan rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek tetap mengutamakan keterjangkauan masyarakat dan fungsi pelayanan publik transportasi massal.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan rencana evaluasi tarif sejumlah layanan Transjabodetabek akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut diambil agar layanan transportasi publik tetap mudah diakses oleh seluruh lapisan warga.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menegaskan bahwa Transjakarta, termasuk layanan Transjabodetabek, tidak semata-mata berorientasi pada aspek bisnis.
“Sebagai moda transportasi yang mendapat dukungan subsidi pemerintah, layanan tersebut memiliki fungsi sosial yang harus dijaga,” ujarnya pada Minggu (7/6)2025)
Lanjutnya, karena itu, setiap kebijakan terkait tarif akan mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan layanan dan kemampuan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
Meski demikian, hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta belum menetapkan besaran tarif baru maupun rute-rute yang akan mengalami penyesuaian.
“Seluruh opsi masih dibahas secara internal sebelum diputuskan secara resmi,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa beberapa koridor Transjabodetabek akan dievaluasi tarifnya dalam waktu dekat.
Salah satu rute yang masuk dalam pembahasan adalah layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut Pramono, langkah tersebut perlu dilakukan karena tingginya beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah untuk mendukung operasional layanan.
Meski ada rencana penyesuaian, Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk tetap menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
Pemerintah berharap transportasi publik tetap menjadi pilihan yang nyaman, terjangkau, dan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi. (fer).
