Transformasi Akuakultur: Vaksin Jadi Kunci Pengganti Antibiotik

Penggunaan vaksin dalam akuakultur menjadi solusi utama menggantikan antibiotik, meningkatkan ketahanan organisme dan menjamin keberlanjutan sektor perikanan

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB
Transformasi Akuakultur: Vaksin Jadi Kunci Pengganti Antibiotik
Hasil laut berupa udang dan ikan. Guru besar IPB Bogor menegaskan bahwa udang bisa divaksin sehingga orang yang alergi terhadap udang tidak perlu antibiotik. Foto: Hallonews/yopy

HALLONEWS.ID – Pendekatan dalam pengendalian penyakit pada sektor akuakultur mulai mengalami pergeseran signifikan.

Jika sebelumnya antibiotik menjadi andalan utama, kini para ahli mendorong penggunaan vaksin sebagai solusi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Sri Nuryati, menegaskan bahwa ketergantungan terhadap antibiotik tidak lagi relevan untuk jangka panjang.

Selain berpotensi menimbulkan resistensi antimikroba, penggunaan antibiotik juga dapat meninggalkan residu pada produk perikanan yang berisiko bagi kesehatan manusia.

Menurutnya, masa depan akuakultur harus berfokus pada pencegahan penyakit, bukan sekadar pengobatan. Salah satu pendekatan yang dinilai paling efektif adalah melalui vaksinasi.

Vaksin bekerja dengan merangsang sistem imun organisme budidaya agar mampu mengenali dan melawan patogen sejak dini.

Dengan demikian, ketika serangan penyakit terjadi, organisme уже memiliki respons yang lebih cepat dan kuat.

Keberhasilan pendekatan ini telah terbukti di berbagai negara maju. Penerapan vaksin secara luas mampu menekan penggunaan antibiotik secara drastis, sekaligus meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan.

Tidak hanya pada ikan, pengembangan vaksin juga mulai diarahkan pada komoditas udang. Meskipun sebelumnya dianggap tidak memungkinkan karena keterbatasan sistem imun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa udang memiliki kemampuan respons imun yang dapat ditingkatkan melalui mekanisme tertentu.

“Hal ini membuka peluang baru dalam penerapan vaksin pada sektor budidaya udang,” kata Prof Sri Nurhayati melalui rilisnya yang diterima wartawan media ini Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan, di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya risiko penyakit, penggunaan vaksin menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi.

Selain meningkatkan kesehatan organisme, pendekatan ini juga mendukung keamanan pangan dan daya saing produk perikanan di pasar global.

“Transformasi menuju akuakultur berbasis pencegahan pun dinilai sebagai kebutuhan mendesak,” katanya menguraikan makalahnya yang menghantarkannya meraih gelar profesor pada Sabtu (24/6/2026) kemarin di kampus IPB Darmaga, Bogor.

Ia menegaskan, integrasi antara teknologi vaksin, manajemen budidaya yang baik, serta kesiapan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem perikanan yang berkelanjutan.

“Dengan demikian, vaksin tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga fondasi utama dalam arah baru pengembangan akuakultur modern,” tegasnya. (opy)