Kalapas Triana Agustin Ubah Lapas Jadi Tempat Pembinaan

Kalapas Perempuan Tangerang, Triana Agustin, dorong pembinaan keterampilan dan rohani warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Senin, 27 April 2026 - 11:49 WIB
Kalapas Triana Agustin Ubah Lapas Jadi Tempat Pembinaan
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Perempuan Tangerang, Triana Agustin (paling kiri) memamerkan hasil karya warga binaan. Foto: Dok Lapas Kelas IIA Perempuan Tangerang for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Perempuan Tangerang, Triana Agustin, menegaskan komitmennya dalam mengubah wajah lapas menjadi tempat pembinaan yang produktif dan humanis.

Menurutnya, sistem pemasyarakatan saat ini telah bergeser dari pola penjeraan menjadi pembinaan yang berorientasi pada perubahan karakter dan kemandirian warga binaan.

“Sekarang lapas itu adalah pembinaan, bukan penjeraan. Kami harus membuat seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujar Triana kepada Hallonews.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai program pembinaan kemandirian digencarkan, mulai dari pelatihan merajut, tata boga, hingga budidaya seperti ternak ikan dan berkebun.

Program ini disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing warga binaan. Banyak yang awalnya tidak memiliki keterampilan merajut. Namun setelah mengikuti pelatihan di dalam lapas, ia kini mampu menghasilkan produk kreatif dengan desain bernilai jual tinggi.

“Semua warga binaan kami arahkan sesuai minatnya. Ada yang senang memasak, berkebun, hingga beternak. Tujuannya agar mereka punya bekal usaha setelah bebas,” jelasnya.

Selain keterampilan, pembinaan kepribadian juga jadi fokus utama melalui pendekatan spiritual. Lapas menyediakan fasilitas ibadah lengkap seperti masjid, gereja, dan vihara, serta bekerja sama dengan berbagai yayasan dan Kementerian Agama untuk menghadirkan kegiatan keagamaan rutin.

“Yang tidak pernah mengaji jadi bisa mengaji, yang tidak pernah salat jadi salat. Lingkungan di sini membentuk mereka menjadi lebih baik,” tambah Triana.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelatihan yang diberikan juga bersertifikat, seperti pelatihan salon dan tata boga, sehingga dapat menjadi modal penting bagi warga binaan untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha mandiri.

Triana juga mengungkapkan bahwa sejumlah mantan warga binaan telah berhasil membuka usaha setelah bebas. Ia mencontohkan seorang eks warga binaan kini sukses memiliki salon besar setelah memulai usaha kecil dari rumah ke rumah.

Namun, ia mengakui masih ada tantangan besar, yakni stigma negatif masyarakat terhadap mantan warga binaan. Karena itu, ia berharap media dan pemerintah turut membantu menyebarkan informasi positif tentang pembinaan di lapas.

“Jangan selalu melihat sisi negatif lapas. Lihatlah karya mereka. Kalau tidak diterima masyarakat, mereka bisa kembali ke jalan yang salah,” tegasnya.

Triana pun mendorong adanya kebijakan yang mendukung pemasaran produk hasil karya warga binaan, termasuk penggunaannya dalam kegiatan resmi pemerintahan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Triana Agustin berharap lapas dapat menjadi tempat lahirnya individu yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (gin)

Triana Agustin, Lapas Perempuan Tangerang, Pembinaan, Warga Binaan, UMKM, Pemasyarakatan, Inspiratif