Viral! Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Salemba, Ini 10 Fakta Mengejutkan
Aktivis KontraS Andrie Yunus diserang air keras di Salemba, Jakarta Pusat. Simak 10 fakta kasus yang terekam CCTV dan kini diusut kepolisian.

HALLONEWS.ID – Teror penyiraman air keras menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.
Insiden tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman CCTV penyerangan beredar luas di media sosial. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius dan kini masih menjalani perawatan medis.
Sementara itu, kepolisian langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku.
Berikut 10 fakta penting terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM tersebut:
1. Terjadi Larut Malam di Salemba
Peristiwa penyerangan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Saat itu Andrie Yunus sedang dalam perjalanan sebelum tiba-tiba diserang oleh pelaku.
2. Aksi Pelaku Terekam CCTV
Serangan tersebut terekam kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Video yang beredar di media sosial menunjukkan detik-detik pelaku mendekati korban sebelum menyiramkan cairan berbahaya.
3. Diduga Dilakukan Dua Pelaku Bermotor
Dari rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah dua orang yang datang menggunakan satu sepeda motor. Setelah melakukan penyerangan, keduanya langsung melarikan diri dari lokasi.
4. Terjadi Usai Andrie Mengisi Podcast
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut penyerangan terjadi setelah Andrie mengikuti kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Podcast tersebut membahas isu “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”
5. Korban Mengalami Luka Bakar 24 Persen
Setelah kejadian, Andrie segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen.
6. Luka di Wajah, Dada, dan Tangan
Menurut kepolisian, cairan yang diduga air keras tersebut mengenai beberapa bagian tubuh korban, terutama wajah, dada, dan tangan.
7. Polisi Telusuri CCTV dan Periksa Saksi
Kasus ini kini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan Polda Metro Jaya serta Bareskrim Polri.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan penyidik sedang menganalisis bukti digital dan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.
8. Kapolri Beri Atensi Khusus
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini dan memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional menggunakan pendekatan scientific crime investigation.
9. Novel Baswedan Ikut Mengecam
Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengecam keras aksi penyiraman tersebut. Ia menilai serangan itu merupakan kejahatan serius yang berpotensi menyebabkan korban cacat permanen bahkan kehilangan nyawa.
10. Menteri HAM Minta Kasus Diusut Tuntas
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menegaskan negara tidak boleh membiarkan kekerasan terhadap aktivis atau masyarakat sipil terjadi.
Ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut serta mengungkap motif di balik serangan terhadap aktivis KontraS tersebut.
Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. (dul)
