89 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak H+2 Lebaran, “One Way” Berlaku 9 Jam

Polisi mencatat 89 ribu kendaraan melintas di Jalur Puncak Bogor pada H+2 Lebaran. Rekayasa lalu lintas one way diberlakukan hingga 9 jam untuk mengurai kemacetan.

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:30 WIB
89 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak H+2 Lebaran, “One Way” Berlaku 9 Jam
Antrean kendaraan menuju kawasan Puncak saat arus libur Lebaran masih tinggi sehingga terjadi kemacetan panjang. Foto: Hallonews/Yopy

HALLONEWS.ID – Arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, mengalami lonjakan signifikan pada H+2 Lebaran. Polisi mencatat sebanyak 89 ribu kendaraan roda empat melintas di jalur wisata tersebut.

KBO Satlantas Polres Bogor, Ardian Novianto, mengatakan jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak hari Lebaran yang jatuh pada Sabtu lalu. Data dihimpun sejak pukul 00.00 hingga 22.00 WIB.

“Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dua hari sebelumnya, baik Sabtu maupun Minggu,” ujar Iptu Ardian, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, angka tersebut hanya mencakup kendaraan roda empat yang terdata melalui pintu tol. Dengan demikian, jumlah kendaraan yang melintas di jalur Puncak diperkirakan bisa lebih besar karena belum termasuk kendaraan dari jalur arteri.

Untuk mengurai kepadatan, polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sebanyak dua kali dalam sehari.

“One way” ke arah Puncak (naik) dilaksanakan pukul 06.30–11.40 WIB, dengan total sekitar 42 ribu kendaraan tercatat masuk dan keluar tol. Sementara “one way” ke arah Jakarta (turun) diberlakukan pada siang hingga malam hari, dengan total mencapai 46 ribu kendaraan hingga pukul 22.00 WIB.

Menurut Ardian, volume kendaraan yang turun dari kawasan Puncak menuju Jakarta lebih tinggi dibandingkan yang naik. Secara keseluruhan, rekayasa “one way” diberlakukan cukup lama, yakni sekitar sembilan jam.

Ia menegaskan lonjakan volume kendaraan pada H+2 Lebaran menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan wisata Puncak. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan dinilai cukup membantu mengurangi kepadatan, meskipun arus kendaraan tetap tinggi sepanjang hari. (opy)