BMKG Prediksi Kemarau Terjadi April 2026, Puncaknya Agustus

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 mulai April dan berlangsung lebih panjang dari biasanya. Simak wilayah terdampak, puncak kemarau, dan potensi risikonya di sini.

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:45 WIB
BMKG Prediksi Kemarau Terjadi April 2026, Puncaknya Agustus
Ilustrasi kekeringan. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan mulai terjadi pada April dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Peringatan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah, sektor pertanian, hingga masyarakat luas untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa pada April 2026 sebanyak 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Jumlah tersebut akan bertambah pada Mei sebanyak 184 zona musim dan Juni 163 zona musim.

“Musim kemarau akan diawali dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian bergerak ke barat secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Rabu (4/3/2026).

BMKG mencatat, sebanyak 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami awal kemarau lebih cepat. Bahkan, sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal selama periode kemarau.

Tak hanya itu, sekitar 57,2 persen wilayah diprediksi mengalami durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Puncak kemarau sendiri diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Kondisi ini berpotensi memicu berbagai dampak, antara lain:

  • Penurunan produksi pertanian
  • Krisis air bersih di sejumlah daerah
  • Peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah daerah dan pemangku kebijakan segera menyiapkan langkah mitigasi, termasuk pengelolaan sumber daya air serta strategi antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Prediksi ini diharapkan menjadi pedoman dalam menyusun kebijakan jangka pendek maupun panjang guna meminimalkan risiko akibat kemarau panjang 2026.BKK