Pemkot Bogor Kebut Jalan Baru Batutulis, Ditargetkan Rampung November 2026

Pemkot Bogor mempercepat pembangunan jalan baru di Batutulis sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita. Proyek ditargetkan rampung pada November 2026.

Senin, 16 Maret 2026 - 13:30 WIB
Pemkot Bogor Kebut Jalan Baru Batutulis, Ditargetkan Rampung November 2026
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor saat buka puasa bersama wartawan di rumah dinas. Foto: Hallonews/Yopy.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempercepat pembangunan jalan baru di kawasan Batutulis sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang saat ini tidak dapat digunakan akibat kerusakan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan proyek pembangunan jalan tersebut telah memasuki tahap lelang pengadaan barang dan jasa melalui Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk pembebasan lahan sudah selesai melalui APBD Kota Bogor tahun anggaran 2025,” ujar Dedie saat berbincang dengan wartawan dalam acara buka puasa bersama di rumah dinas.

Proyek Ditargetkan Rampung November 2026

Saat ini Pemkot Bogor melakukan sejumlah langkah percepatan agar pembangunan jalan baru tersebut dapat segera dimulai.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk meneliti potensi cagar budaya di sekitar lokasi proyek.

Di kawasan tersebut ditemukan sejumlah objek yang diduga memiliki nilai sejarah, seperti sumur tujuh dan bunker yang berada di sekitar area Istana Batutulis.

Selain itu, Pemkot Bogor juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera menyelesaikan proses lelang konstruksi agar pembangunan fisik jalan bisa segera dimulai.

Dedie menargetkan proyek pembangunan jalan baru tersebut dapat diselesaikan pada November 2026.

Jalan Lama Tidak Bisa Dipaksakan Dibuka

Dedie meminta masyarakat memahami kondisi yang ada karena pemerintah tidak dapat memaksakan membuka kembali Jalan Saleh Danasasmita yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, terdapat risiko retakan tanah dan rembesan air dari mata air di sekitar lokasi yang berpotensi membahayakan jika jalan lama tetap digunakan.

“Kami tidak berani memaksakan membuka jalan lama karena ada risiko retakan dan rembesan air dari mata air yang tidak mungkin ditutup,” jelasnya.

Penanganan Teknis Masih Dipantau

Sementara itu, Balai Besar Teknik Perkeretaapian Bandung juga terus memantau penanganan retakan yang terjadi di area pagar Istana Batutulis.

Jika penanganan teknis tersebut dapat diselesaikan lebih cepat, Pemkot Bogor berencana melakukan pengaspalan ulang sebagian jalur agar akses masyarakat dapat kembali digunakan sementara sebelum jalur utama rampung dibangun. (opy)