2.162 Dapur MBG Disuspensi, BGN Temukan Pelanggaran Higienitas dan Menu

Badan Gizi Nasional mensuspend ribuan dapur Makan Bergizi Gratis karena belum memenuhi standar higienitas dan kualitas makanan.

Kamis, 2 April 2026 - 19:45 WIB
2.162 Dapur MBG Disuspensi, BGN Temukan Pelanggaran Higienitas dan Menu
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Foto: Hallonews/Agung Nugroho

HALLONEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pengetatan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dengan memberikan sanksi penangguhan sementara (suspend) kepada 2.162 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar.

Langkah ini diambil menyusul temuan sejumlah pelanggaran standar kualitas, mulai dari masalah higienitas hingga menu makanan yang tidak sesuai spesifikasi.

Saat ini, tercatat sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi, dengan 2.162 SPPG ditutup sementara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.789 SPPG berstatus suspend, 368 SPPG mendapat Surat Peringatan (SP) 1, dan 5 SPPG menerima SP 2.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa mayoritas pelanggaran terkait belum dimilikinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

BGN menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap aspek keamanan pangan demi menjamin kesehatan penerima manfaat program.

“Meskipun ada SPPG yang fasilitasnya bagus, jika SLHS-nya belum keluar, tetap kami suspend dulu. Data ini dinamis, jika dalam dua atau tiga hari izinnya terbit, maka operasional bisa langsung dibuka kembali,” jelas Dadan dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dapur MBG “Nakal” Ikut Disanksi

Selain masalah administratif, penangguhan juga dilakukan terhadap 62 SPPG yang sempat viral di media sosial selama bulan Ramadan lalu karena menyajikan menu yang tidak sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Selama Ramadan kemarin ada 62 SPPG yang menghasilkan menu kurang sesuai. Itu yang membuat ramai media sosial, nah kita hentikan dulu supaya mereka memperbaiki diri,” kata Dadan.

Ia menambahkan langkah ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPPG untuk menjaga integritas Program Makan Bergizi Gratis.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, merinci bahwa dari total 26.066 SPPG yang telah beroperasi, sebanyak 1.789 unit dalam status penangguhan, 368 unit menerima SP1, dan 5 unit menerima SP2.

Pemerintah memberikan tenggat waktu bagi pengelola untuk melakukan perbaikan menyeluruh.

“Tentu masih ada kekurangan di sana-sini, tapi sementara ini insyaallah akan semakin bagus. Dari 2.162 itu, sebanyak 1.789 di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, ya kita tutup,” ujar Zulkifli Hasan. (agn)