Dampak Perang Global, Zulhas Ungkap Harga Kedelai dan Plastik Melonjak

Zulhas menyebut kenaikan harga kedelai dan plastik dipicu dampak perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang mengganggu rantai pasok global.

Selasa, 7 April 2026 - 16:08 WIB
Dampak Perang Global, Zulhas Ungkap Harga Kedelai dan Plastik Melonjak
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam konferensi pers di Kemenko Pangan. Dok: Agung Nugroho for Hallonews

HALLONEWS.ID — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menanggapi lonjakan harga bahan baku kedelai dan plastik pembungkus yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Zulhas mengakui kenaikan harga tersebut berdampak signifikan dan dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ia mencontohkan, kenaikan harga plastik bahkan mulai berdampak langsung ke sektor pertanian. Salah satunya terkait kelangkaan karung untuk gabah karena bahan bakunya berasal dari plastik.

“Misalnya sekarang plastik. Plastik itu luar biasa naiknya. Tadi ada yang mengadu kepada saya dari Kalimantan Barat, mau beli gabah, karungnya tidak ada karena terbuat dari plastik. Jadi memang ada dampak kesulitan di situ,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2026).

Selain itu, jalur logistik global juga ikut terganggu. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik membuat rute transportasi laut harus memutar lebih jauh, sehingga meningkatkan biaya pengiriman dan waktu tempuh.

“Sekarang ini transportasi laut harus memutar, tentu ongkos naik. Yang tadinya 20 hari bisa menjadi 60 hari, yang tadinya 30 hari juga bisa menjadi 60 hari,” jelasnya.

Kondisi tersebut turut diperparah oleh kenaikan harga avtur. Zulhas menyebut hal ini berpotensi mendorong kenaikan tarif tiket pesawat hingga 13 persen.

“Avtur naik sehingga ongkos pesawat bisa naik sekitar 13 persen. Itu dampak dari situasi perang di kawasan tersebut,” tambahnya.

Meski berbagai sektor terdampak, Zulhas memastikan stok pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi aman. Ia bahkan menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan.

“Beras aman, tidak ada kenaikan apa pun. Sampai akhir 2026 beras kita aman, bahkan saya prediksi sampai 2027,” tandasnya. (agn)