Menteri Imipas Tambah Layanan Makkah Route, Jemaah Haji Kini Lebih Cepat Berangkat
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memperluas layanan Makkah Route dengan menambah bandara baru, sehingga jemaah haji Indonesia bisa menikmati proses keberangkatan yang lebih cepat dan praktis.

HALLONEWS.ID – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026, khususnya melalui peningkatan layanan yang memudahkan jemaah.
Pernyataan tersebut disampaikan usai melakukan audiensi dengan Kementerian Haji dan Umrah sebagai bagian dari koordinasi lintas sektor guna memastikan pelayanan haji berjalan optimal.
Agus menekankan bahwa konsep “One Stop Service” menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.
“Prinsipnya, semua program yang mempermudah pelayanan akan kami dukung penuh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Sebagai bagian dari inovasi layanan, pemerintah juga memperluas implementasi Makkah Route, sebuah sistem yang memungkinkan proses keimigrasian dilakukan sejak di tanah air sebelum keberangkatan.
Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia di tiga bandara utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Adi Soemarmo, dan Bandara Juanda.
Kini, pemerintah menambah satu titik layanan baru di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memperlancar arus keberangkatan jemaah, khususnya dari wilayah Indonesia timur.
Menurut Agus, penambahan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan secara signifikan, dengan target pemanfaatan mencapai lebih dari 65 persen dari total jemaah haji.
Selain kemudahan saat keberangkatan, pemerintah juga menyiapkan inovasi layanan pada saat kepulangan jemaah ke Indonesia.
Layanan imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda akan menerapkan sistem immigration seamless process, yang memungkinkan jemaah melewati proses pemeriksaan dengan lebih cepat tanpa antrean panjang.
Melalui teknologi ini, identitas jemaah akan dikenali secara otomatis menggunakan sistem face recognition, sehingga proses verifikasi dapat dilakukan tanpa pemeriksaan manual berulang.
“Dengan sistem ini, proses kepulangan akan jauh lebih cepat dan nyaman bagi jemaah,” pungkas Agus.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji secara menyeluruh, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan, dengan mengedepankan efisiensi, kenyamanan, dan teknologi modern. (fer)
