Meski Kemarau, BNPB: Hujan Lebat Masih Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia

BNPB mengingatkan potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah meski sebagian Indonesia mulai kemarau.

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB
Meski Kemarau, BNPB: Hujan Lebat Masih Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. Foto: BNPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Indonesia.

Peringatan ini disampaikan meski sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau. BNPB menilai, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terjadinya hujan dengan intensitas bervariasi, bahkan cenderung meningkat di beberapa daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa dinamika cuaca dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik di sejumlah wilayah, antara lain di barat Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

“Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan serta intensitas curah hujan di wilayah sekitarnya. Jangan lengah dan tetap waspada,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, dikutip Hallonews, Jumat (1/6/2026).

Selain itu, pola angin yang dipengaruhi aliran dari Australia dan Samudra Pasifik, serta adanya pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi), turut memperkuat pembentukan awan hujan.

“Situasi ini menyebabkan beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.

BNPB mencatat sejumlah daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat antara lain Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, dan Papua Tengah. Sementara itu, wilayah lain masih berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang, meskipun cuaca cerah berawan tetap bisa terjadi.

Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.

Masyarakat diminta rutin memantau kondisi lingkungan, membersihkan saluran air, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi peningkatan debit air atau muncul tanda-tanda bahaya.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat sebagai acuan dalam mengambil langkah antisipasi.

BNPB menekankan bahwa kesiapsiagaan sejak dini, termasuk penyusunan rencana evakuasi keluarga dan penyediaan perlengkapan darurat, menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Hingga kini, BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. (dul)