Tim Pemburu Begal Siaga 24 Jam, DPRD Desak Pengawasan Konsisten
Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya mengintegrasikan ribuan CCTV untuk memperkuat pengawasan kota. DPRD berharap langkah ini mampu menekan aksi begal dan kriminalitas jalanan.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya mulai memperkuat sistem pengawasan kota melalui integrasi ribuan kamera CCTV di berbagai titik strategis Kota Jakarta.
Langkah tersebut mendapat dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang menilai pengawasan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kriminalitas jalanan.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, M. Fuadhi Luthfi, mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang membentuk Tim Pemburu Begal untuk siaga selama 24 jam.
Ketua Fraksi PKB itu pun berujar upaya tersebut harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya muncul saat kasus tertentu viral di media sosial.
“Tim ini harus benar-benar hadir di wilayah rawan agar masyarakat merasa aman,” ujar Fuadhi pada Jumat (22/5/2026).
Ia meminta pengawasan diperkuat terutama di kawasan permukiman padat, pusat ekonomi, jalur pulang kerja, hingga lokasi yang kerap menjadi titik kriminalitas pada malam hari.
Fuadhi menilai keberhasilan pengamanan tidak cukup diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi dari menurunnya angka kejahatan dan meningkatnya rasa aman warga.
“Tujuan utamanya adalah membuat masyarakat kembali merasa tenang saat beraktivitas,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menegaskan integrasi CCTV menjadi bagian penting transformasi Jakarta sebagai kota global berbasis teknologi dan data.
Ia mengatakan sistem pengawasan modern akan membantu pemerintah dan aparat keamanan mengambil keputusan lebih cepat ketika terjadi gangguan keamanan, kemacetan, maupun bencana.
“Selama ini, kamera pengawas di Jakarta masih dikelola secara terpisah oleh pemerintah, kepolisian, hingga pihak swasta. Melalui integrasi tersebut, seluruh sistem akan disatukan dalam skema berbagi pakai,” ucapnya.
Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menyebut sistem CCTV terintegrasi akan mempercepat pemantauan kondisi lapangan secara real time.
“Ketika ada kejadian kriminal atau gangguan lalu lintas, lokasi bisa langsung dipantau dengan cepat,” kata Asep.
Saat ini terdapat lebih dari 7.000 titik CCTV di area publik Jakarta yang berpotensi masuk dalam sistem terintegrasi. Jumlah itu ditargetkan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 24 ribu titik pada 2027.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan penggunaan CCTV tetap memperhatikan perlindungan privasi masyarakat. (fer)
