Dicopot dari BGN, Harta Dadan Hindayana Tembus Rp9 Miliar
Pergantian Kepala BGN membuat harta kekayaan Dadan Hindayana kembali disorot. Berdasarkan LHKPN, total asetnya mencapai lebih dari Rp9 miliar tanpa utang.

HALLONEWS.ID – Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) membuat nama Dadan Hindayana kembali ramai diperbincangkan.
Akademisi yang dipercaya memimpin lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi tidak lagi menjabat.
Ia terkena evaluasi pemerintah dan diganti Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN terbaru. Di tengah kabar pergantian tersebut, perhatian publik tak hanya tertuju pada perjalanan karier Dadan selama memimpin BGN.
Laporan harta kekayaannya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi bahan pembicaraan.
Berdasarkan data yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Dadan Hindayana mencapai sekitar Rp9,02 miliar.
Angka tersebut berasal dari laporan khusus awal menjabat yang disampaikan pada Maret 2025.
Menariknya, Dadan tercatat tidak memiliki utang. Dengan demikian, seluruh aset yang dilaporkan menjadi nilai kekayaan bersih yang dimilikinya.
Aset terbesar yang menopang kekayaan Dadan berasal dari sektor properti. Nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya mencapai sekitar Rp8,14 miliar atau menyumbang sebagian besar total kekayaannya.
Selain properti, ia juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai sekitar Rp585 juta. Sementara harta bergerak lainnya mencapai Rp95 juta dan kas serta setara kas sekitar Rp199,4 juta.
Dalam sejumlah laporan LHKPN sebelumnya, nilai aset kendaraan yang dimiliki Dadan bahkan tercatat lebih tinggi.
Koleksi kendaraan yang pernah dilaporkan antara lain Mazda CX-5 keluaran 2023 dengan nilai sekitar Rp675 juta, Honda HR-V 1.5L SE CVT tahun 2024 senilai Rp330 juta, serta Mazda CX-3 tahun 2023 yang ditaksir bernilai Rp395 juta.
Jika diakumulasikan, nilai kendaraan tersebut mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Seluruh kendaraan dilaporkan diperoleh dari hasil usaha sendiri.
Dibandingkan sejumlah pejabat publik lain yang memiliki koleksi mobil mewah bernilai puluhan miliar rupiah, aset kendaraan Dadan tergolong tidak terlalu mencolok dan masih didominasi kendaraan kategori SUV untuk penggunaan harian.
Dadan Hindayana sendiri lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Sebelum masuk ke pemerintahan, ia dikenal luas sebagai akademisi dan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan fokus keilmuan di bidang entomologi dan perlindungan tanaman.
Karier panjangnya di dunia akademik membawanya ke panggung kebijakan nasional. Pada 2024, ia dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk pemerintah untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Selama menjabat, Dadan sempat menjadi sorotan terkait penggunaan jasa event organizer (EO) dengan nilai anggaran mencapai Rp113 miliar.
Saat itu ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan karena BGN masih berada pada tahap awal pembentukan sehingga belum memiliki sumber daya internal yang cukup untuk mengelola kegiatan berskala besar secara mandiri.
Kini, setelah tak lagi memimpin BGN, perhatian publik terhadap Dadan Hindayana kembali mengarah pada rekam jejaknya selama menjabat serta transparansi laporan kekayaan yang telah disampaikan melalui LHKPN. (dul)
