Sosok Mayjen Edwin Adrian Sumantha, Danpaspampres yang Dapat Hadiah Tongkat dari Presiden

Mayjen Edwin Adrian Sumantha menerima hadiah tongkat bambu dari Presiden Prabowo. Berikut profil Danpaspampres dari Kopassus dan memiliki karier cemerlang di TNI.

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:04 WIB
Sosok Mayjen Edwin Adrian Sumantha, Danpaspampres yang Dapat Hadiah Tongkat dari Presiden
Danpaspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha. Foto: Mabes TNI for Hallonews

HALLONEWS.ID – Sebuah tongkat komando berbahan bambu yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha mendadak menjadi perhatian publik.

Bukan karena bentuknya yang sederhana, melainkan pesan mendalam yang disematkan Prabowo pada hadiah tersebut. Di balik momen itu, sosok Mayjen Edwin Adrian Sumantha kembali menjadi sorotan.

Jenderal bintang dua dari Korps Baret Merah Kopassus itu merupakan perwira yang dipercaya langsung oleh Presiden Prabowo untuk memimpin Pasukan Pengamanan Presiden atau perisai hidup kepala negara sejak Mei 2025.

Dalam unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, Edwin memperlihatkan tongkat komando bambu yang tersimpan dalam kotak berlapis kain biru. Pada bagian kotak tersebut terukir pesan khusus dari Presiden Prabowo.

“Kalau anda tidak bisa bantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau anda tidak bisa bantu beberapa orang, bantulah satu orang. Kalau satu orang pun anda tidak bisa bantu, jangan mempersulit orang.”

Pesan tersebut dinilai mencerminkan nilai kepemimpinan yang selama ini kerap disampaikan Prabowo, yakni pentingnya memberi manfaat kepada sesama sesuai kemampuan masing-masing.

Lulusan Terbaik dan Jenderal Berprestasi

Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha bukan nama baru di lingkungan TNI AD. Perwira kelahiran korps Infanteri Kopassus ini merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1997 dan alumni SMA Taruna Nusantara angkatan 1994.

Karier militernya dikenal cemerlang. Edwin pernah meraih predikat lulusan terbaik “Wira Adi Nugraha” pada Pendidikan Reguler Sesko TNI tahun 2020. Ia juga memperoleh penghargaan akademik dari National Defense University Amerika Serikat.

Tak hanya menempuh pendidikan militer di dalam negeri, Edwin juga mengikuti pendidikan komando dan staf di Selandia Baru bersama peserta dari berbagai negara.

Bekal akademik tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu perwira yang memiliki kombinasi kemampuan lapangan, intelijen, hingga manajerial. Sebagian besar perjalanan karier Edwin dihabiskan di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Setelah lulus dari Akademi Militer, ia bertugas di Grup 4 Kopassus yang kini dikenal sebagai Grup 3 Kopassus. Selama lebih dari satu dekade, Edwin terlibat dalam berbagai penugasan strategis di lingkungan pasukan elite TNI AD tersebut.

Ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari Komandan Batalyon di Kopassus, Komandan Pengamanan Pribadi Presiden, hingga Dandim Jakarta Pusat.

Menariknya, Edwin tercatat sebagai satu-satunya perwira yang pernah menjabat Komandan Kodim Jakarta Pusat sebanyak dua kali, sebuah pencapaian yang cukup langka di lingkungan TNI AD.

Jauh sebelum menjadi Danpaspampres, Edwin pernah bertugas di Kementerian Pertahanan saat Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan. Ketika itu ia dipercaya sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan.

Pengalaman tersebut membuat hubungan profesional antara Edwin dan Prabowo terjalin cukup lama sebelum dipercaya memimpin Paspampres. Setelah Prabowo resmi menjadi Presiden Republik Indonesia, Edwin menggantikan Mayjen TNI Achiruddin sebagai Danpaspampres.

Penunjukan tersebut menempatkan Edwin pada salah satu posisi paling strategis di lingkungan TNI, yakni memimpin pasukan yang bertanggung jawab menjaga keamanan Presiden, Wakil Presiden, serta tamu negara.

Kini, di tengah tugas besar mengawal kepala negara, sosok Mayjen Edwin Adrian Sumantha kembali menjadi perhatian publik. Bukan hanya karena jabatan yang diembannya, tetapi karena pesan sederhana dari Presiden Prabowo yang tersimpan dalam hadiah tongkat bambu. (dul)