Masuk Zona Rawan Karhutla, Satu Ton Garam Disebar dari Langit Jambi

BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026. Hujan mulai turun di sejumlah wilayah.

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:09 WIB
Masuk Zona Rawan Karhutla, Satu Ton Garam Disebar dari Langit Jambi
BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi. Foto: BNPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghantui Provinsi Jambi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di sejumlah wilayah rawan kebakaran.

Langkah ini dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 27 April hingga 30 November 2026. Penetapan status tersebut menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat curah hujan yang mulai menurun di sejumlah daerah.

Atas kondisi tersebut, Gubernur Jambi meminta dukungan BNPB untuk melaksanakan operasi hujan buatan sebagai langkah pencegahan dini sebelum kebakaran meluas.

Operasi Modifikasi Cuaca mulai dilaksanakan pada 5 Juni dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juni 2026. BNPB bekerja sama dengan BMKG dan TNI Angkatan Udara dengan pusat operasi berada di Bandara Sultan Thaha, Jambi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya menyebut Operasi Modifikasi Cuaca menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat bagi enam provinsi prioritas penanganan karhutla, termasuk Jambi.

“Pembasahan lahan gambut sejak dini menjadi langkah efektif untuk mengurangi risiko kebakaran serta mempermudah proses pemadaman apabila titik api muncul,” kata Suharyanto, Minggu (7/6/2026).

Menurut dia, operasi hujan buatan merupakan salah satu strategi penting dalam mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan sebelum api benar-benar muncul.

Pada hari pertama pelaksanaan, BNPB menerbangkan pesawat khusus untuk menyemai satu ton garam ke awan potensial hujan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi.

Hasilnya, hujan dilaporkan turun di sejumlah titik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi setelah proses penyemaian dilakukan.

Operasi serupa kembali digelar pada Sabtu (6/6) dengan satu kali penerbangan penyemaian awan di wilayah Tanjung Jabung Barat. Setelah operasi berlangsung, hujan kembali terpantau mengguyur kawasan tersebut.

Keberhasilan awal ini diharapkan mampu meningkatkan kelembapan lahan, terutama kawasan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau.

Selain operasi udara, BNPB mengingatkan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam melakukan pencegahan dini sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Dengan musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih kering tahun ini, kewaspadaan terhadap ancaman karhutla menjadi perhatian utama agar bencana asap yang pernah melanda sejumlah daerah tidak terulang. (dul)