Jenal Mutaqin Tegaskan Job Fair Kota Bogor Bebas Titipan, Rekrutmen Harus Profesional dan Transparan
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam Job Fair Kota Bogor 2026. Sebanyak 3.212 lowongan dari 30 perusahaan tersedia bagi pencari kerja

HALLONEWS.ID – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan bahwa proses rekrutmen dalam Job Fair Kota Bogor 2026 harus berlangsung secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip calon pekerja.
Job Fair yang digelar pada 8 hingga 9 Juni 2026 di Mall Jambu Dua tersebut menyediakan 3.212 lowongan pekerjaan dari 30 perusahaan yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat, termasuk perusahaan berskala nasional.
Jenal meminta seluruh perusahaan peserta bursa kerja menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dalam proses seleksi.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada perlakuan istimewa bagi pelamar yang memiliki kedekatan dengan pejabat maupun pihak tertentu.
“Saya berharap wajib tidak ada kolusi. Tidak ada prioritas titip-menitip siapa pun pejabatnya. Perusahaan harus profesional. Pak Kadis siap mengawal, tidak ada kenalan siapa atau dari siapa. Semua profesional,” ujar Jenal kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Selain mengawasi proses seleksi agar berjalan objektif, Jenal juga meminta perusahaan peserta Job Fair melaporkan hasil perekrutan kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor setelah kegiatan berakhir.
Menurutnya, laporan tersebut penting untuk mengetahui jumlah pelamar yang berhasil diterima bekerja sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan bursa kerja pada masa mendatang.
“Saya pastikan setelah dua hari pelaksanaan, perusahaan yang melakukan perekrutan wajib melaporkan kepada Disnaker berapa jumlah pelamar yang diterima,” katanya.
Jenal juga berharap para peserta yang berhasil mendapatkan pekerjaan melalui Job Fair tahun sebelumnya dapat memberikan testimoni mengenai pengalaman mereka selama mengikuti proses seleksi.
Hal tersebut dinilai penting untuk menunjukkan bahwa penerimaan tenaga kerja dilakukan berdasarkan kemampuan dan kompetensi pelamar.
“Peserta yang diterima pada tahun lalu seharusnya dapat menyampaikan testimoni bahwa mereka lolos melalui proses seleksi yang profesional dan tanpa titipan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Sahib Khan, menjelaskan bahwa Job Fair 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang mengusung semangat “Bogor Nanjeur”.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi Pemerintah Kota Bogor dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Para pencari kerja dan pemberi kerja dapat saling bertemu, berinteraksi, serta menjalani proses seleksi secara langsung yang dilandasi asas terbuka, bebas, objektif, adil, dan setara,” jelas Sahib.
Pelaksanaan Job Fair berlangsung setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 15.30 WIB. Panitia menargetkan sebanyak 5.000 pencari kerja mengikuti kegiatan tersebut.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan maupun barcode yang telah disediakan panitia. Kegiatan ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK sederajat hingga D3 dan S1 dari berbagai jurusan.
Bagi pelamar yang memenuhi kualifikasi perusahaan, panitia dan perusahaan peserta juga menyediakan sesi walk-in interview sebagai bagian dari proses seleksi lanjutan.
Melalui penyelenggaraan Job Fair ini, Pemerintah Kota Bogor berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kota Bogor. (opy)
