Penyaluran Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bogor Capai Rp499,1 Miliar
Pemkot Bogor menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Hingga Juni 2026, manfaat yang telah disalurkan mencapai Rp499,1 miliar

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan bagi para pekerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Upaya tersebut dilakukan dengan mempererat koordinasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan agar cakupan perlindungan tenaga kerja semakin luas.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, saat mengikuti Rapat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi (Rakor Monev) yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan itu, Denny menegaskan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk yang berkaitan dengan Penerima Bantuan Iuran (PBI), tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Terkait BPJS Ketenagakerjaan bersama PBI menjadi prioritas dan salah satu program yang tidak akan dihapus. Komunikasi dengan semua pihak terkait menjadi aspek yang penting,” ujar Denny saat mengikuti rakor dari Ruang Rapat BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (27/7/2026).
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bogor Kota, Bayu Marwanto, menyampaikan bahwa nilai pembayaran manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Bogor terus mengalami peningkatan sepanjang periode 2022 hingga 2026.
Menurut Bayu, tren tersebut menunjukkan semakin bertambahnya jumlah peserta yang memperoleh perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Peningkatan kepesertaan dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas jaminan sosial bagi pekerja formal maupun pekerja rentan.
Hingga Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat senilai Rp499,1 miliar kepada masyarakat Kota Bogor. Dana tersebut diberikan untuk 32.886 kasus klaim dari berbagai program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dari total manfaat yang dibayarkan, sebesar Rp5,2 miliar dialokasikan untuk program beasiswa bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Di sisi lain, capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kota Bogor saat ini mencapai 46,18 persen atau masih berada di bawah target sebesar 63,10 persen.
Meski demikian, capaian tersebut menempatkan Kota Bogor sebagai daerah dengan tingkat UCJ tertinggi kedua di Provinsi Jawa Barat, setelah Kabupaten Purwakarta. (opy)
