Banjir Kepung Bogor, BNPB Catat 1.614 Jiwa Terdampak di 5 Kecamatan

Banjir melanda Kabupaten Bogor akibat hujan deras. BNPB mencatat 5 kecamatan terdampak, ratusan rumah terendam, dan ribuan warga terdampak.

Minggu, 19 April 2026 - 14:15 WIB
Banjir Kepung Bogor, BNPB Catat 1.614 Jiwa Terdampak di 5 Kecamatan
Tim BPBD Kabupaten Bogor menurunkan tim reaksi cepat setelah banjir merendam permukiman warga di lima kecamatan dan tujuh desa. Foto: BNPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor sejak Sabtu (18/4) memicu meluapnya sejumlah sungai, menyebabkan banjir meluas dan menggenangi permukiman warga di berbagai kecamatan hingga Minggu (19/4/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mencatat, sedikitnya lima kecamatan dan tujuh desa di Kabupaten Bogor terdampak bencana ini.

“Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Jasinga, Parung Panjang, Rumpin, Tenjo, dan Cigudeg,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya kepada Hallonews, Minggu (19/4/2026).

Desa yang terdampak antara lain Barengkok dan Pangaur di Jasinga, Dago dan Jagabaya di Parung Panjang, Kampung Sawah di Rumpin, Ciomas di Tenjo, serta Rengasjajar di Cigudeg.

“Banjir berdampak pada 469 kepala keluarga atau sebanyak 1.614 jiwa. Sebagian warga sempat mengungsi untuk menghindari risiko yang lebih besar,” ungkapnya.

Menurut dia, tercatat 23 warga dari enam keluarga mengungsi, sementara enam jiwa dari dua keluarga berada dalam kondisi terancam. Selain itu, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian ini.

Selain permukiman, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. BNPB mencatat 467 rumah terdampak, dua rumah terancam, dua fasilitas pendidikan terdampak, serta empat jembatan ikut terkena dampak banjir.

Tak hanya itu, tiga titik tembok penahan tanah (TPT) dilaporkan mengalami kerusakan, meningkatkan risiko longsor di beberapa lokasi. Memasuki Minggu (19/4), kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut.

Sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur. Namun, sejumlah warga di Desa Rengasjajar masih bertahan di pengungsian, tepatnya di Masjid Al-Kautsar, karena rumah mereka masih dipenuhi lumpur.

Akses jalan dan jembatan yang sebelumnya terdampak kini sudah dapat dilalui kembali. Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Banjir ini kembali menjadi pengingat tingginya kerentanan wilayah Bogor terhadap cuaca ekstrem, terutama saat curah hujan tinggi terjadi dalam waktu lama meski peralihan cuaca hujan ke kemarau pada April 2026 ini. (dul)