Grace Natalie Buka Suara! Soal Tak Dibela PSI, Ternyata Ini Permintaannya Sendiri

Grace Natalie menegaskan keputusan PSI tak memberi bantuan hukum merupakan permintaannya sendiri.

Senin, 11 Mei 2026 - 22:16 WIB
Grace Natalie Buka Suara! Soal Tak Dibela PSI, Ternyata Ini Permintaannya Sendiri
Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. (KPU for Hallonews.)

HALLONEWS.ID – Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie akhirnya buka suara terkait pernyataan Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali yang menyebut partainya tidak memberikan bantuan hukum setelah dirinya dilaporkan ke polisi.

Grace menegaskan, keputusan tersebut bukan sikap sepihak partai, melainkan atas permintaan dirinya sendiri sebagai pendiri PSI.

“Ketika minggu lalu ada pernyataan dari Ketua Harian Ahmad Ali, saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan beliau itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai,” kata Grace di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Grace menjelaskan, unggahan yang kini dipersoalkan dibuat atas kapasitas pribadi sebagai warga negara, bukan mewakili PSI.

Karena itu, ia meminta agar polemik yang berkembang tidak menyeret institusi partai.

“Saya melihat postingan saya ini saya lakukan sebagai seorang warga masyarakat merespons isu yang sedang viral. Oleh karenanya, saya menginstruksikan kepada Ketua Harian, Bang Ahmad Ali, agar tidak melibatkan partai,” ujarnya.

Grace juga menepis anggapan bahwa konten yang diunggahnya mengandung unsur pelanggaran hukum.

Ia menilai pernyataan yang disampaikan dalam unggahan tersebut bersifat normatif dan wajar sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

“Saya meng-upload materi saya di media sosial selaku pribadi sebagai warga masyarakat dan saya optimistis di sana tidak ada pelanggaran hukum. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan PSI dan normal-normal saja kok pernyataannya,” kata Grace.

Sebelumnya, Grace Natalie bersama Ade Armando dan Permadi Arya dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait konten yang menyinggung video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK).

Kasus tersebut kini menjadi sorotan publik karena melibatkan tokoh politik nasional dan menyeret nama sejumlah figur publik. (fer)