Jawa Timur Bersinar: BNN dan Pemprov Jatim Perkuat Perang Melawan Narkoba di Desa

Ancaman peredaran narkoba kini tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, tapi di desa-desa menjadi sasaran jaringan.

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:44 WIB
Jawa Timur Bersinar: BNN dan Pemprov Jatim Perkuat Perang Melawan Narkoba di Desa
BNN bersama Kemendes PDT serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Deklarasi Jawa Timur Bersinar (Bersih Narkoba) di Gedung Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda, Surabaya pada Jumat (13/2) lalu. Foto Humas BNN for hallonews.id

HALLONEWS.ID – Ancaman peredaran narkoba kini tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan.

Desa-desa pun menjadi sasaran baru jaringan narkotika yang memanfaatkan celah ekonomi dan minimnya literasi informasi masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Deklarasi Jawa Timur Bersinar (Bersih Narkoba) pada Jumat (13/2) di Gedung Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda, Surabaya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat terwujudnya lingkungan masyarakat yang bersih dari narkoba di wilayah Jawa Timur, sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor dalam menghadapi ancaman tersebut hingga ke pelosok desa.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam sambutannya menyoroti adanya pergeseran pola peredaran narkoba. Jika sebelumnya lebih banyak ditemukan di kota-kota besar, kini peredaran tersebut telah menyasar wilayah pedesaan yang dinilai memiliki peluang besar, baik dari sektor pertanian, pertambangan, maupun potensi ekonomi lainnya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat desa yang belum menyadari masuknya narkoba ke lingkungan mereka akibat informasi menyesatkan yang disebarkan para bandar. Karena itu, ia menegaskan bahwa deklarasi ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata.

WhatsApp Image 2026 02 15 at 10.07.52 1 e1771126981732
BNN bersama Kemendes PDT serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Deklarasi Jawa Timur Bersinar (Bersih Narkoba) di Gedung Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda, Surabaya pada Jumat (13/2) lalu. Foto Humas BNN for hallonews.id

“Kita jangan euforia dengan deklarasi saja. Yang paling penting adalah langkah konkret pencegahan kepada masyarakat desa sebagai komunitas terdepan,” tegasnya, seraya menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendes PDT terhadap berbagai program pencegahan dan pemberdayaan yang diinisiasi BNN.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Desa PDT Yandri Susanto menekankan pentingnya pembangunan desa sebagai benteng utama menghadapi ancaman narkoba. Ia menyebut penguatan ekonomi desa, termasuk melalui program desa ekspor dan pemberdayaan potensi lokal, dapat meningkatkan kemandirian finansial masyarakat.

“Dengan kemampuan finansial yang baik, masyarakat desa tidak akan mudah tergoda dengan bisnis narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang memimpin langsung deklarasi anti-narkoba tersebut, menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor dan langkah mitigasi yang serius dalam mengatasi persoalan narkotika. Ia mengingatkan bahwa menyongsong visi Indonesia Emas membutuhkan kesiapsiagaan sejak dini, termasuk memastikan desa-desa terbebas dari narkoba.

“Mari jaga semangat menjaga desa yang bersih narkoba, karena kita harus sehat jasmani dan rohani,” pungkasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen dalam mewujudkan Indonesia Bersinar, Kepala BNN RI menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur dan Menteri Desa PDT. Selain itu, turut diberikan penghargaan kepada para pemenang lomba Desa/Kelurahan Bersinar dalam ajang Jatim Award 2025 yang diselenggarakan oleh BNN Provinsi Jawa Timur.

Melalui deklarasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat semakin kuat, sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba benar-benar menjangkau hingga ke tingkat desa sebagai garda terdepan penyelamatan generasi bangsa. (gin)