MBG Disokong Food Station, Pengamat: Bayang-bayang Beras Oplosan Kembali Muncul
Alih-alih menjamin keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, penunjukan Food Station sebagai pemasok bahan pangan justru memicu peringatan keras dari masyarakat.

HALLONEWS.ID– Keterlibatan PT Food Station Tjipinang Jaya dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah menilai rekam jejak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan tersebut berisiko menjadi titik lemah dalam pelaksanaan program strategis nasional.
“Bayang-bayang kasus beras oplosan yang hingga kini belum sepenuhnya pulih dari ingatan publik,” katanya kepada wartawan Selasa (10/2/2026).
“Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Food Station masih rendah karena minimnya pembenahan kinerja yang terlihat nyata,” imbuhnya.
Trubus menegaskan kondisi tersebut berisiko tinggi, mengingat Program MBG menyasar kelompok rentan dan melibatkan anggaran negara dalam jumlah besar.
“Jika fondasi pelaksananya rapuh, efek dominonya bisa ke mana-mana. Program bisa tidak optimal, bahkan menyimpang dari tujuan awal,” ujar Trubus.
Ia menekankan, tanpa pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh terhadap BUMD pemasok, MBG justru berpotensi menjadi titik rawan kebijakan.
“Kalau bahasa ini kebijakan, kan ada efek domino yang harus diantisipasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) Dodot Tri Widodo mengklaim kesiapan pihaknya mendukung Program MBG.
Ia menyebut Food Station memiliki pengalaman panjang dalam distribusi pangan skala besar, mulai dari pasar murah, bantuan sosial saat pandemi, hingga program pangan bersubsidi Pemprov DKI Jakarta.
“Keterlibatan Food Station dalam MBG tidak akan mengganggu stabilitas pasokan dan harga pangan bagi warga Jakarta, termasuk menjelang Ramadan dan Idulfitri,” kata dia.
Ia menambahkan, manajemen stok dilakukan secara ketat agar kebutuhan program nasional dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bersamaan.
“Oleh karena itu, manajemen stok dilakukan secara hati-hati dan seimbang,” pungkasnya. (als)
