Pawai Obor Sambut Ramadan, Tradisi Lama yang Kembali Menyala di Bekasi

Cahaya obor dan lantunan salawat semarakkan malam Kabupaten Bekasi saat warga menyambut Ramadan lewat tradisi pawai obor tahunan.

Senin, 16 Februari 2026 - 9:33 WIB
Pawai Obor Sambut Ramadan, Tradisi Lama yang Kembali Menyala di Bekasi
Ratusan warga pawai obor di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Dok Hallonews)

HALLONEWS.ID – Cahaya obor menyala menerangi malam di Kabupaten Bekasi saat ratusan warga mengikuti pawai obor untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Pawai obor tersebut merupakan tradisi tahunan warga untuk menyambut datangnya bulan puasa.

Deretan obor bambu yang menyala membentuk garis cahaya memanjang, mengiringi langkah para peserta sepanjang rute pawai. Anak-anak hingga orang dewasa berjalan beriringan sambil membawa obor, sebagian mengenakan busana muslim, peci, dan kerudung.

Penampakan ratusan umat muslim berlangsung meriah di Desa Karangbaru, Kecamatan Cikarang Utara, Minggu (15/2) malam.

Sambil berjalan mereka keliling kampung dengan gembira menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sejak usai salat Isya, peserta mulai memadati halaman Masjid Al-Hikmah sebagai titik kumpul. Mereka tampak antusias membawa obor yang disiapkan panitia. Arak-arakan semakin semarak dengan kehadiran ondel-ondel serta lantunan salawat yang menggema sepanjang perjalanan.

Ketua Panitia Pawai Obor Sofyan Hanafi (23) mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang diinisiasi Karang Taruna Desa Karangbaru dan berkolaborasi dengan masyarakat serta pemuda masjid setempat.

“Pawai obor ini adalah event tahunan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa bahagia agar kita lebih semangat menyongsong bulan Ramadan,” kata Sofyan kepada Hallonews.

Ia menjelaskan, persiapan kegiatan dilakukan selama tiga hari, mulai dari koordinasi rute, pengamanan, hingga persiapan properti seperti obor dan ondel-ondel. Panitia juga berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.

“Persiapan kami lakukan selama tiga hari, mulai dari koordinasi rute, pengamanan, hingga menyiapkan properti seperti obor dan ondel-ondel. Kami juga berkoordinasi dengan aparat setempat agar kegiatan ini berjalan tertib dan aman,” jelasnya.

Rute pawai dimulai dari Masjid Al-Hikmah, kemudian melintasi Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, sebelum kembali ke titik awal. Sepanjang jalan protokol, warga terlihat berdiri di pinggir jalan menyaksikan arak-arakan sambil mengabadikan momen tersebut.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Karangbaru, Muhammad Alpian, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Ini bukan hanya pawai biasa, tapi momentum kebersamaan. Kami ingin menjaga kekompakan pemuda dan masyarakat agar tetap solid, khususnya dalam menyambut bulan yang penuh berkah,” ungkapnya.

Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai religius sekaligus melestarikan tradisi lokal.

“Menurut kami, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan seperti ini sangat penting. Selain menanamkan nilai-nilai religius, juga menjadi cara untuk melestarikan tradisi lokal agar tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya,” paparnya.

Dengan semangat kebersamaan dan lantunan salawat yang menggema di sepanjang jalan, pawai obor tersebut berlangsung khidmat dan penuh kegembiraan. Alpian berharap tradisi ini terus dilestarikan setiap tahunnya sebagai wujud syiar Islam dalam menyambut Ramadan.

“Kami berharap tradisi pawai obor ini bisa terus dilestarikan setiap tahunnya sebagai wujud syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Desa Karangbaru dalam menyambut bulan suci Ramadan,” tandasnya. (dul)