Peserta Lemhannas “Digembleng” di KPK, 110 Calon Pimpinan Nasional Disuntik Nilai Antikorupsi
Sebanyak 110 peserta Lemhannas RI mengikuti pembekalan di KPK guna memperkuat integritas dan nilai antikorupsi bagi calon pimpinan nasional.

HALLONEWS.ID – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) membawa peserta pendidikan calon pimpinan nasional ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendapatkan pembekalan langsung terkait antikorupsi.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 110 peserta Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan ke-69, yang berasal dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat sipil.
Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengatakan pembekalan ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pemimpin masa depan yang berintegritas.
“Program ini tidak hanya membekali peserta dengan wawasan geopolitik dan kebangsaan, tetapi juga menanamkan nilai integritas serta semangat antikorupsi,” ujarnya di Gedung KPK, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, integritas menjadi fondasi utama bagi calon pemimpin nasional agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan bebas dari praktik korupsi.
Kunjungan ke KPK juga menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung di lapangan. Para peserta diajak melihat berbagai aktivitas lembaga antirasuah tersebut, mulai dari proses penyelidikan hingga pengelolaan barang rampasan negara.
Ace menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari pembelajaran sebelumnya, di mana materi antikorupsi telah diberikan dalam kelas oleh Lemhannas sebelum peserta terjun langsung ke KPK.
“Dengan melihat langsung praktik kerja di KPK, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat sekaligus komitmen untuk menjunjung tinggi integritas,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPK, Cahya Harefa, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap program ini mampu melahirkan pemimpin nasional yang berintegritas.
“Kami berharap para peserta dapat menjaga nilai-nilai integritas ini ketika nantinya kembali bertugas di instansi masing-masing,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Lemhannas dan KPK berupaya memastikan lahirnya generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara strategi, tetapi juga kuat dalam komitmen pemberantasan korupsi. (min)
