Polri dan PBB Dorong Perempuan Tembus Posisi Strategis Misi Perdamaian

Polri perkuat peran Polwan di misi perdamaian dunia bersama PBB. Targetkan lebih banyak perempuan duduki posisi strategis global. Ini langkah dan capaian terbarunya!

Selasa, 21 April 2026 - 14:00 WIB
Polri dan PBB Dorong Perempuan Tembus Posisi Strategis Misi Perdamaian
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo memastikan bahwa institusinya terus membuka ruang setara bagi Polwan untuk berkiprah di berbagai lini, mulai dari operasional hingga posisi strategis di tingkat global. Humas Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender, khususnya melalui peningkatan peran Polisi Wanita (Polwan) dalam misi perdamaian dunia.

Langkah ini semakin konkret setelah pertemuan strategis antara jajaran Polri dan delegasi United Nations Police yang berlangsung di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga stabilitas dan keamanan global.

Penasihat Kepolisian PBB, Faisal Shahkar, menegaskan bahwa peningkatan jumlah perempuan dalam misi internasional kini menjadi prioritas utama.

Dia menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih luas, termasuk di level kepemimpinan.

“Perempuan tidak hanya dibutuhkan sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai pemimpin dalam misi perdamaian,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo memastikan bahwa institusinya terus membuka ruang setara bagi Polwan untuk berkiprah di berbagai lini, mulai dari operasional hingga posisi strategis di tingkat global.

Saat ini, kontribusi Polri dalam misi perdamaian dunia terus meningkat. Ratusan personel telah ditugaskan dalam berbagai operasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, baik dalam bentuk Formed Police Unit (FPU) maupun Individual Police Officer (IPO) di sejumlah wilayah konflik.

Beberapa misi yang menjadi lokasi penugasan antara lain MINUSCA di Afrika Tengah, UNMISS di Sudan Selatan, serta MONUSCO di Republik Demokratik Kongo.

Tak hanya menambah jumlah personel, Polri juga fokus pada peningkatan kapasitas Polwan melalui berbagai program pelatihan internasional, termasuk pelatihan kepemimpinan untuk mencetak calon komandan perempuan di masa depan.

Salah satu capaian penting adalah keterlibatan personel Polri sebagai penasihat dalam isu kekerasan berbasis gender di wilayah konflik, yang menjadi bagian krusial dalam pendekatan humanis misi perdamaian.

Di sisi lain, Polri juga aktif dalam jaringan global seperti International Association of Women Police (IAWP), yang berfokus pada penguatan profesionalisme Polwan di seluruh dunia.

Bahkan, Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah konferensi IAWP tahun 2026 di Bali, yang diharapkan menjadi momentum besar untuk memperkuat posisi Polwan Indonesia di kancah internasional.

Melalui kolaborasi erat dengan PBB dan organisasi global, Polri optimistis bahwa peran perempuan Indonesia akan semakin diakui dan diperhitungkan dalam misi perdamaian dunia.

Pendekatan berbasis gender yang diusung dinilai mampu meningkatkan efektivitas misi, sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak di wilayah konflik. (min)