Rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta Masuk Evaluasi Tarif, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek untuk menjaga keberlanjutan layanan tanpa mengabaikan kemampuan ekonomi masyarakat.

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:34 WIB
Rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta Masuk Evaluasi Tarif, Ini Penjelasan Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI tengah mengevaluasi tarif rute Transjabodetabek. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan evaluasi terhadap tarif sejumlah rute Transjabodetabek sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik di kawasan metropolitan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan rencana tersebut disampaikan setelah pemerintah melihat perlunya penyesuaian terhadap beban subsidi yang selama ini menopang operasional beberapa koridor Transjabodetabek.

“Salah satu rute yang sedang menjadi perhatian adalah layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya pada Minggu (7/6/2026).

“Namun, evaluasi tidak hanya dilakukan pada satu koridor, melainkan juga terhadap sejumlah rute lainnya yang dinilai perlu peninjauan ulang,” tambahnya.

Lanjutnya, meski pembahasan tarif terus berjalan, Pramono menegaskan bahwa keputusan yang diambil nantinya tidak akan mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau.

“Kami berharap kebijakan yang nantinya diterapkan mampu menjaga kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat Jabodetabek secara lebih berkelanjutan,” ucapnya.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menekankan bahwa layanan Transjakarta dan Transjabodetabek tetap menjalankan fungsi pelayanan publik yang mendapat dukungan melalui skema subsidi pemerintah.

Karena itu, setiap perubahan tarif akan dihitung secara cermat agar tidak menimbulkan beban berlebihan bagi penumpang yang setiap hari bergantung pada transportasi umum.

“Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh terkait besaran tarif yang ideal serta koridor mana saja yang akan masuk dalam skema penyesuaian. Hasil pembahasan tersebut akan diumumkan setelah proses evaluasi selesai,” tandasnya. (fer)