Wagub Rano Dorong Diplomasi Budaya di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan budaya menjadi kekuatan baru menghadapi tantangan ekonomi global. Jakarta pun dipersiapkan menjadi panggung budaya dunia menuju usia ke-500 tahun.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:31 WIB
Wagub Rano Dorong Diplomasi Budaya di Tengah Tantangan Ekonomi Global
Jakarta Siapkan Agenda Internasional Besar Sambut HUT Ke-500 Tahun (Diskominfotik for Hallonews.)

HALLONEWS.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, optimistis kebudayaan dapat menjadi salah satu kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan dan citra Jakarta di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurutnya, hal itu tercermin dari meningkatnya antusiasme masyarakat dalam berbagai kegiatan seni budaya.

“Jika tahun lalu jumlah peserta tercatat lebih dari 800 orang, kini angka tersebut melonjak menjadi sekitar 1.200 peserta dengan melibatkan hampir 80 sanggar seni,” katanya pada Sabtu (30/5/2026).

Lanjutnya, tak hanya dari dalam negeri, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian internasional dengan hadirnya peserta dari Korea Selatan.

“Kehadiran delegasi luar negeri dinilai menjadi bukti bahwa seni tari telah berkembang menjadi ruang kolaborasi budaya yang melampaui batas negara,” ujarnya.

Menurut Rano, situasi ekonomi dunia yang sedang menghadapi berbagai tekanan tidak boleh membuat masyarakat kehilangan optimisme dan kreativitas.

Ia menekankan pentingnya mencari sumber pertumbuhan baru melalui pendekatan kreatif, termasuk memanfaatkan sektor kebudayaan, ekonomi kreatif, dan olahraga sebagai motor pembangunan.

“Jakarta harus mampu menghadirkan peluang baru melalui kekuatan budaya dan kreativitas masyarakatnya,” tandasnya.

Ia menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini juga tengah menyiapkan berbagai agenda internasional untuk menyambut perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Sejumlah negara dan perwakilan dari berbagai benua direncanakan akan dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kaya akan identitas budaya.

“Kami berharap langkah itu dapat menjadikan Jakarta bukan hanya sebagai pusat ekonomi nasional, tetapi juga sebagai pusat pertemuan budaya dunia,” tutur Rano. (fer)