Wamentan Pastikan Stok Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor

Wamentan Sudaryono memastikan stok hewan kurban nasional aman dan surplus 800 ribu ekor jelang Iduladha 2026.

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:30 WIB
Wamentan Pastikan Stok Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor
Wamentan Sudaryono saat menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Jaksel. Foto: Kementan for Hallonews

HALLONEWS.ID – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menyatakan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional menjelang Iduladha 1447 Hijriah dipastikan berada dalam kondisi aman dan stok ternak nasional tahun ini bahkan mencatat surplus cukup besar dibanding kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, jumlah hewan kurban yang tersedia mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sedangkan kebutuhan nasional diperkirakan berada di angka 2,4 juta ekor. Dengan demikian, terdapat kelebihan pasokan sekitar 800 ribu ekor yang dinilai mampu menjaga stabilitas distribusi dan harga ternak selama musim kurban.

Sudaryono menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor peternakan nasional sekaligus mencerminkan ketahanan masyarakat di tengah situasi global yang penuh tantangan.

“Alhamdulillah bangsa kita masih diberikan keberkahan dan kondisi yang baik di tengah situasi dunia yang tidak menentu,” ujar Sudaryono saat menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (27/5/2026).

Partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban juga disebut terus meningkat. Data iSIKHNAS mencatat jumlah pemotongan hewan kurban sepanjang 2025 mencapai lebih dari 2,26 juta ekor, naik sekitar 11,5 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 2,03 juta ekor.

Peningkatan tersebut turut terlihat di lingkungan Kementerian Pertanian. Tahun ini, Masjid Nurul Iman berhasil menghimpun 49 hewan kurban yang terdiri dari 41 sapi dan 8 kambing. Jumlah itu melonjak tajam dibanding pelaksanaan kurban pada tahun-tahun sebelumnya.

Jika pada 2024 hanya terkumpul 2 sapi dan 15 kambing, lalu meningkat menjadi 9 sapi dan 10 kambing pada 2025, maka tahun ini jumlah sapi yang terkumpul melonjak signifikan.

Menurut Sudaryono, meningkatnya jumlah hewan kurban menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.

Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, jajaran pejabat Kementerian Pertanian, BUMN, mitra kerja, hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang menyumbang 15 ekor sapi.

Untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan puluhan Juru Sembelih Halal (Juleha) binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

Sudaryono juga meminta seluruh proses penyembelihan dilakukan secara higienis agar kualitas daging tetap terjaga dan aman dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian Agung Suganda menjelaskan komposisi stok hewan kurban nasional terdiri dari sekitar 860 ribu sapi, 34 ribu kerbau, 1,4 juta kambing, serta 935 ribu domba.

Ia memastikan stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan Iduladha tahun ini.

Agung turut mengungkapkan pemerintah menyalurkan lebih dari 1.000 sapi bantuan kemasyarakatan Presiden yang didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sejumlah lembaga masyarakat.

Jumlah bantuan tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang berada di angka 981 ekor.

Selain kurban, peningkatan juga terjadi pada pelaksanaan dam haji di dalam negeri. Jika tahun sebelumnya sekitar 10 ribu kambing disembelih untuk kebutuhan dam haji, maka tahun ini jumlahnya naik menjadi lebih dari 32 ribu ekor.

Menurut Agung, tingginya kebutuhan hewan kurban dan dam haji menjadi peluang besar bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat sektor peternakan nasional. (agn)