Wanita Tewas Dikontrakan Ternyata Cucu Mpok Nori, Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Sumatera

Cucu Mpok Nori ditemukan tewas di Jakarta Timur. Polisi tangkap pelaku saat kabur ke Sumatera, diduga dipicu konflik hubungan. Simak kronologinya.

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:31 WIB
Wanita Tewas Dikontrakan Ternyata Cucu Mpok Nori, Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Sumatera
Polisi melakukan olah TKP di kontrakan Jalan Daman I Nomor 39, RT 008 RW 002, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Foto: Polrestro Jaktim for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Kasus kematian tragis seorang wanita di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, akhirnya menemukan titik terang. Korban berinisial DA (37) diketahui merupakan cucu dari seniman legendaris Mpok Nori.

Pihak kepolisian mengungkap bahwa korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh mantan suami sirinya, seorang warga negara asing berinisial F.

Pelaku berhasil diamankan aparat saat berusaha melarikan diri ke Pulau Sumatera menggunakan bus. Ia ditangkap di ruas Tol Tangerang–Merak, wilayah Serang, Banten, pada Sabtu (21/3/2026).

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan bahwa motif kasus ini diduga dipicu persoalan hubungan pribadi. Korban disebut ingin mengakhiri hubungan, namun pelaku menolak.

“Korban ingin berpisah, tetapi tersangka tidak menerima,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Peristiwa ini pertama kali terungkap saat keluarga mendatangi tempat tinggal korban pada Sabtu dini hari. Kondisi rumah yang terkunci dari dalam menimbulkan kecurigaan, hingga akhirnya korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan indikasi kekerasan.

Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pembunuhan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan tegas dan memberikan keadilan atas peristiwa yang menimpa korban.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi konflik dalam hubungan pribadi yang dapat berujung pada tindakan kriminal. (fer)