Zulhas Turun Tangan Stabilkan Harga Telur dan Minyakita

Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas bergerak cepat menjaga harga telur tetap stabil dan distribusi Minyakita di wilayah timur Indonesia.

Rabu, 13 Mei 2026 - 9:46 WIB
Zulhas Turun Tangan Stabilkan Harga Telur dan Minyakita
Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Foto: Kemenko Pangan for Hallonews 

HALLONEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bergerak cepat merespons dinamika harga telur ayam dan distribusi Minyakita saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dalam sidak tersebut, Zulhas memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Meski begitu, pemerintah tetap akan melakukan intervensi untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa merugikan peternak.

Zulhas bersama Menteri Perdagangan dan jajaran Bulog memantau langsung harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar. Dari hasil pemantauan, harga telur ayam ras masih berada di kisaran Rp27.000 per kilogram atau sesuai dengan harga acuan pemerintah.

Selain telur, stok beras, ayam, cabai, dan berbagai komoditas pangan lain juga dilaporkan tersedia dalam jumlah cukup.

Namun di balik stabilnya harga di tingkat konsumen, pemerintah mencermati tekanan yang sedang dihadapi peternak ayam petelur. Harga telur di tingkat peternak disebut turun hingga seklitar Rp22.500 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pembelian produsen sebesar Rp26.500 per kilogram.

Di sisi lain, peternak juga menghadapi kenaikan biaya produksi akibat harga jagung sebagai bahan baku pakan yang masih tinggi.

Menurut Zulhas, kondisi tersebut harus segera diseimbangkan agar masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang wajar, sementara peternak tidak mengalami kerugian akibat tingginya biaya produksi dan melemahnya harga jual telur.

Untuk menjaga stabilitas harga telur, Zulhas langsung menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana agar penyerapan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditingkatkan.

Menurutnya, program MBG dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga serapan telur nasional, menstabilkan harga, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak.

Selain itu, Zulhas juga menghubungi Direktur Utama Bulog agar segera menyalurkan Cadangan Jagung Pemerintah ke sentra-sentra peternak ayam petelur.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menekan biaya pakan dan menjaga keberlangsungan usaha peternak.

Pemerintah juga mendorong mobilisasi jagung dari daerah surplus menuju sentra peternakan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah turut menyoroti distribusi Minyakita, khususnya di wilayah Maluku dan Papua yang masih menghadapi harga di atas harga eceran tertinggi (HET) akibat tingginya biaya distribusi.

Bulog bersama kementerian terkait diminta memperkuat distribusi dan dukungan transportasi agar harga minyak goreng di wilayah timur Indonesia dapat lebih terkendali.

Zulhas menegaskan pemerintah akan terus bergerak cepat menjaga stabilitas pangan dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, pangan harus tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat, namun juga adil bagi petani dan peternak sebagai tulang punggung produksi pangan nasional. (agn)