Ribuan Orang Tumpah ke Stasiun Bekasi, KRL Jadi Andalan Pemudik Lokal

Jelang Lebaran 2026, penumpang KRL di Stasiun Bekasi melonjak hampir dua kali lipat. Stasiun ini menjadi titik krusial arus mudik lokal.

Kamis, 19 Maret 2026 - 9:30 WIB
Ribuan Orang Tumpah ke Stasiun Bekasi, KRL Jadi Andalan Pemudik Lokal
Ilustrasi Stasiun Bekasi. Foto: Dokumen Hallonews

HALLONEWS.ID – Mobilitas masyarakat jelang Lebaran 2026 terus meningkat tajam. Stasiun Bekasi menjadi salah satu titik paling padat, seiring lonjakan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) yang memanfaatkan moda ini sebagai penghubung perjalanan mudik.

Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan, dalam empat hari periode Angkutan Lebaran, jumlah pengguna KRL di Stasiun Bekasi mengalami kenaikan signifikan. Tercatat sebanyak 169.536 penumpang melakukan tap-in (masuk), sementara 161.244 penumpang melakukan tap-out (keluar).

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa tingginya angka tersebut menunjukkan posisi strategis Stasiun Bekasi sebagai simpul transportasi penting, khususnya dalam mengintegrasikan perjalanan komuter dengan kereta api jarak jauh.

“Stasiun Bekasi kini menjadi salah satu titik krusial dalam sistem transportasi berbasis rel, terutama di kawasan Jabodetabek,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Lonjakan penumpang ini bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal akhir pekan. Hal ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat menggunakan KRL sebagai moda awal menuju perjalanan mudik.

Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, tercatat lebih dari 103 ribu penumpang berangkat dari Stasiun Bekasi. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba di stasiun ini mencapai hampir 110 ribu orang.

Tingginya aktivitas di Stasiun Bekasi juga didukung oleh intensitas perjalanan kereta yang sangat padat. Setiap harinya, stasiun ini melayani sekitar 278 perjalanan Commuter Line dan 109 perjalanan kereta api jarak jauh.

Secara keseluruhan, hampir 400 perjalanan kereta penumpang melintas dan berhenti di Stasiun Bekasi setiap hari.

Kondisi tersebut semakin menegaskan peran KRL sebagai tulang punggung mobilitas warga perkotaan, terutama bagi pemudik yang membutuhkan akses transportasi yang cepat, praktis, dan ekonomis menuju titik keberangkatan utama. (dul)