Mendagri Tito Tegaskan Perencanaan Matang Kunci Sukses RKPD

Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya perencanaan matang dalam RKPD. Musrenbang diminta tak sekadar formalitas, tapi jadi kunci arah pembangunan daerah.

Kamis, 23 April 2026 - 7:31 WIB
Mendagri Tito Tegaskan Perencanaan Matang Kunci Sukses RKPD
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027. Foto: Kemendagri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ia menilai kualitas perencanaan menjadi faktor utama dalam mendorong perubahan signifikan di daerah.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 yang digelar di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (22/4/2026).

Menurut Tito, Musrenbang tidak boleh sekadar dianggap sebagai agenda rutin atau business as usual. Forum ini harus dimanfaatkan sebagai pijakan awal dalam menentukan arah pembangunan daerah yang terstruktur dan berdampak nyata.

“Perencanaan yang matang, kualitas yang matang, artinya detail, itu menentukan 60 persen keberhasilan program,” ujarnya.

Ia menambahkan, perencanaan yang baik harus disusun dengan pendekatan partisipatif, yakni menyerap aspirasi dari tingkat bawah. Pemerintah provinsi diharapkan mampu mengakomodasi usulan, kebutuhan, serta harapan dari pemerintah kabupaten/kota.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus menyadari posisinya sebagai bagian dari sistem pemerintahan nasional. Karena itu, perencanaan pembangunan perlu selaras dengan program pemerintah pusat.

“Tentu kepala daerah sebagai wakil pemerintah pusat di daerah harus mendengar arahan pusat, namun juga memiliki gagasan dan konsep pembangunan sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tito menekankan bahwa visi dan misi kepala daerah mencerminkan kekuatan kepemimpinan. Arah pembangunan harus dituangkan secara jelas dalam peta jalan yang terukur.

Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan, tetapi juga membutuhkan konsep yang kuat.

“Memiliki kekuasaan dan kewenangan saja tidak cukup. Harus punya pengikut dan, yang lebih penting, memiliki konsep,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama Musrenbang adalah menghasilkan rencana kegiatan yang konkret dan terukur melalui kesepakatan bersama terkait program prioritas. Semakin rinci perencanaan yang disusun, semakin besar peluang keberhasilan implementasinya.

Sebagai penutup, Tito mengutip strategi klasik dari Sun Tzu untuk menekankan pentingnya pemahaman mendalam dalam perencanaan. “Know your enemy, know yourself, and you will win in a thousand battles,” pungkasnya. (agn)