Heboh Virus dari Tikus Terdeteksi di Jakarta, Bekasi Keluarkan Peringatan!

Pemkab Bekasi meminta rumah sakit hingga puskesmas meningkatkan pengawasan usai muncul kasus Hantavirus di Jakarta.

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB
Heboh Virus dari Tikus Terdeteksi di Jakarta, Bekasi Keluarkan Peringatan!
Rumah sakit dan puskesmas diminta meningkatkan pengawasan usai muncul kasus Hantavirus. Foto: Dok Kemenkes RI

HALLONEWS.ID – Kasus virus tikus mulai menjadi perhatian serius di Jabodetabek. Pemprov DKI mengonfirmasi tiga warga positif terinfeksi Hantavirus, sementara enam pasien lain masih dalam pemantauan karena diduga terpapar virus yang ditularkan tikus tersebut.

Meningkatnya temuan kasus membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi ikut mengeluarkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas kesehatan. Rumah sakit, puskesmas, hingga klinik diminta meningkatkan pengawasan dan deteksi dini terhadap penyakit tersebut.

Surat edaran bernomor 400.7.7.1/5943/Dinkes/2026 yang diterbitkan pada 11 Mei 2026 itu menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran virus Hanta di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Supria Dinata menyebut langkah tersebut diambil menyusul munculnya kasus virus Hanta di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Hantavirus berasal dari Orthohantavirus dengan reservoir utama tikus dan celurut.

“Di wilayah Kami (Bekasi) belum ada Puskesmas dan rumah sakit yang melaporkan kasus Hantavirus. Namun kami tetap mewaspadai dengan mengantisipasinya merujuk warga DKI ada yang terpapar,” kata Supria, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, penyakit ini dapat menyebabkan dua kondisi berbahaya, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Bahkan, tingkat kematian HPS disebut bisa mencapai 60 persen.

Data surveilans tahun 2025 mencatat terdapat 10 kasus konfirmasi virus Hanta di Indonesia yang tersebar di lima provinsi, termasuk Jawa Barat. Di wilayah Jawa Barat, dua kasus ditemukan masing-masing di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Ciamis.

Supria meminta fasilitas kesehatan lebih waspada terhadap pasien dengan gejala yang mirip leptospirosis, demam berdarah, tifoid, hingga gangguan pernapasan akut. Pemeriksaan laboratorium juga diminta diperkuat guna memastikan kemungkinan infeksi virus Hanta.

Masyarakat pun diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya. Warga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, batuk, sesak napas, hingga penyakit kuning.

Dalam materi sosialisasi yang dibagikan Dinkes, penularan virus Hanta dapat terjadi saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Virus juga bisa masuk melalui luka terbuka maupun gigitan tikus.

Untuk pencegahan, warga diminta rutin membersihkan rumah, menutup celah masuk tikus, menyimpan makanan di wadah tertutup, serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor atau tertutup. (dul)