Pemuda yang Terlibat Kasus Pencurian HP di Bandara Soekarno-Hatta Dapat Kesempatan Kerja
Polres Bandara Soekarno-Hatta menghentikan perkara dugaan pencurian dan membantu mencarikan pekerjaan bagi pemuda yang terjerat kasus ini.

HALLONEWS.ID – Penyelesaian kasus pencurian handphone di Bandara Soekarno-Hatta tidak berhenti pada perdamaian antara korban dan pelaku. Polisi melangkah lebih jauh dengan membuka peluang kehidupan baru bagi salah satu tersangka.
Iqbal Septian, pemuda berusia 21 tahun yang terseret dalam perkara tersebut, kini berpeluang memperoleh pekerjaan melalui program yang difasilitasi Polres Bandara Soekarno-Hatta.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan agar Iqbal dapat bekerja di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan Polres Bandara Soekarno-Hatta.
Meski demikian, proses penerimaan tetap harus mengikuti tahapan seleksi dan persyaratan yang berlaku. Tidak ada perlakuan khusus, seluruh mekanisme tetap berjalan sesuai prosedur.
“Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan setelah perkara diselesaikan melalui restorative justice,” ujar Yandri pada Jumat (5/6/2026).
“Polisi berharap faktor ekonomi yang selama ini menjadi beban keluarga tidak lagi mendorong munculnya pelanggaran hukum di kemudian hari,” imbuhnya.
Kasus yang bermula dari hilangnya sebuah telepon genggam di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta itu akhirnya berakhir damai setelah korban memberikan maaf dan barang yang hilang berhasil ditemukan.
Bagi Nurhasanah, orangutan Iqbal, bantuan tersebut menjadi kabar yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Di tengah rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam, muncul secercah harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Dengan peluang kerja yang sedang diupayakan, Iqbal kini memiliki kesempatan untuk membangun masa depan melalui jalan yang lebih positif.
Sementara bagi sang ibu, keputusan itu menjadi anugerah yang membuatnya tak mampu menahan air mata haru.
“Kami ingin ini menjadi kesempatan kedua, bukan akhir dari perjalanan,” pungkasnya. (fer)
