Menkes Sebut Harga Alat Cuci Darah Rp 30 Miliar, Netizen Bilang Cuma Rp 300 Juta per Unit

Harga delapan unit alat hemodialisa Rp30 miliar yang diungkap Menkes di hadapan Presiden disanggah netizen yang menyebut harga alat cuma Rp 300 juta per unit.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 7:00 WIB
Menkes Sebut Harga Alat Cuci Darah Rp 30 Miliar, Netizen Bilang Cuma Rp 300 Juta per Unit
Presiden Prabowo Subianto berdalog dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: (YouTube Setpres/Hallonews)

HALLONEWS.ID – Percakapan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait pengadaan alat kesehatan kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada nilai pengadaan delapan set alat hemodialisa (HD) yang disebut mencapai sekitar Rp30 miliar.

Video yang memperlihatkan dialog tersebut kembali ramai beredar di media sosial. Dalam tayangan itu, Presiden Prabowo menanyakan kesiapan fasilitas kesehatan yang akan ditempatkan di daerah, termasuk alat untuk layanan cuci darah.

Menkes Budi menjelaskan bahwa salah satu perangkat penting yang disiapkan adalah mesin hemodialisa.

“Ada yang paling penting, Pak, hemodialisa untuk cuci darah,” ujar Budi dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Ketika ditanya jumlah dan nilai pengadaannya, Budi menyebut sekitar delapan set dengan estimasi harga Rp30 miliar. Ia juga memastikan seluruh perangkat tersebut sedang dalam proses pengiriman dan diharapkan tiba dalam waktu sekitar dua bulan.

Pernyataan itu kemudian memicu berbagai tanggapan di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan rincian harga alat tersebut dengan membandingkannya dengan informasi harga yang tersedia di e-catalog pemerintah maupun harga pasar.

Akun media sosial @malikmerchant, misalnya, menyoroti bahwa jika total nilai pengadaan mencapai Rp30 miliar untuk delapan set, maka rata-rata harga setiap set sekitar Rp3,75 miliar.

“Padahal harganya sudah masuk e-catalog di bawah Rp300 juta per unit,” tulis akun seperti dikutip Hallonews, Jumat (19/6/2026).

Komentar serupa juga datang dari akun lain yang memperkirakan harga mesin hemodialisa berkisar ratusan juta rupiah per unit sehingga mempertanyakan nilai total pengadaan yang disebut dalam dialog tersebut.

Di sisi lain, percakapan Presiden dan Menkes itu merupakan bagian dari peninjauan kesiapan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menanyakan ketersediaan sejumlah alat kesehatan lain seperti MRI, CT Scan, Cathlab, hingga mamografi.

Menkes Budi menjelaskan bahwa distribusi alat kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran. Menurutnya, CT Scan diprioritaskan karena harganya lebih terjangkau dibanding MRI yang mencapai sekitar Rp20 miliar per unit.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas untuk layanan kanker, termasuk alat kemoterapi, serta penguatan layanan penyakit ginjal melalui pengadaan mesin hemodialisa.

Menkes memastikan seluruh peralatan yang sedang diproses diharapkan segera tiba sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hingga kini, perbincangan mengenai nilai pengadaan alat hemodialisa tersebut masih menjadi perhatian publik, terutama terkait rincian spesifikasi, paket pengadaan, dan komponen biaya yang menyertai pengadaan alat kesehatan tersebut. (agn)