Mengenal Arifatul Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Punya Rekam Jejak Panjang di NU
Profil Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, perjalanan pendidikan, kiprah di NU, hingga dipercaya Presiden memimpin kementerian pemberdayaan perempuan nasional

HALLONEWS.ID – Arifatul Choiri Fauzi atau disapa Arifa menjadi salah satu tokoh perempuan yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto mengisi jajaran Kabinet Merah Putih sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Sosok yang akrab disapa Arifah Fauzi ini dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi kemasyarakatan, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).
Lahir di Bangkalan, Madura, pada 28 Juli 1969, Arifatul mengawali perjalanan akademiknya di Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia.
Pengalaman organisasinya menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan tugas di pemerintahan. Selama bertahun-tahun, Arifatul aktif di berbagai organisasi perempuan NU.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Fatayat NU, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muslimat NU, hingga dipercaya menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU.
Pada 21 Oktober 2024, Arifatul resmi dilantik sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih.
Sepanjang kariernya, ia dikenal konsisten memperjuangkan isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pendidikan, serta penguatan peran keluarga dalam pembangunan nasional. Kiprahnya di berbagai organisasi juga memperlihatkan komitmen terhadap penguatan kapasitas perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Meski jarang mengungkap kehidupan pribadinya, Arifatul diketahui memiliki minat besar pada kegiatan sosial, dakwah, pendidikan, serta berbagai forum kemasyarakatan dan keagamaan.
Aktivitas tersebut sejalan dengan perannya dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan, anak, dan keluarga di Indonesia. (agn)
