Andi Gani Dukung Said Iqbal Masuk Istana, Gerakan Buruh Dinilai Makin Kuat

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mendukung rencana Said Iqbal masuk pemerintahan Prabowo sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:12 WIB
Andi Gani Dukung Said Iqbal Masuk Istana, Gerakan Buruh Dinilai Makin Kuat
Rencana bergabungnya Presiden Partai Buruh sekaligus Ketua KSPI, Said Iqbal, ke pemerintahan Prabowo. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Rencana bergabungnya Presiden Partai Buruh sekaligus Ketua KSPI, Said Iqbal, ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan positif dari Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Menurutnya, kehadiran tokoh buruh di lingkaran Istana dapat menjadi kekuatan baru dalam memperjuangkan kepentingan pekerja Indonesia.

Andi Gani mengaku memperoleh informasi bahwa Said Iqbal akan dipercaya mengemban tugas sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Bahkan, ia menyebut pelantikan jabatan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

“Saya mendapatkan informasi bahwa Bung Said Iqbal akan ditunjuk sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan saya memberikan dukungan penuh,” ujar Andi Gani, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, keterlibatan Said Iqbal di pemerintahan justru dapat menciptakan sinergi baru dalam perjuangan kaum buruh. Ia menilai gerakan buruh tidak harus berada dalam satu jalur, melainkan dapat saling melengkapi dari dalam maupun luar pemerintahan.

“Bagi saya, ini menjadi sinergi yang sangat baik. Ada pimpinan buruh yang berada di dalam pemerintahan dan ada yang tetap mengawal dari luar untuk tujuan yang sama, yakni memperjuangkan hak-hak pekerja,” katanya.

Andi Gani juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapat tawaran langsung untuk menduduki posisi Ketua Dewan Kesejahteraan Buruh yang memiliki kedudukan setingkat menteri. Namun, tawaran tersebut diputuskan untuk tidak diambil.

Ia mengaku telah memiliki komitmen sejak lama untuk tetap berada di luar pemerintahan dan fokus memimpin gerakan buruh secara independen. Bahkan, sejak era Presiden Joko Widodo, dirinya sempat diminta bergabung ke kabinet dengan tugas menangani isu ketenagakerjaan.

“Saya memilih tetap mengabdikan diri sebagai Presiden Buruh dan memperjuangkan aspirasi pekerja dari luar pemerintahan,” ujarnya.

Andi Gani juga mengungkapkan bahwa menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, dirinya telah mendapat informasi mengenai rencana pemerintah mengajak tokoh buruh masuk dalam struktur pemerintahan.

Saat itu, nama Jumhur Hidayat disebut sebagai salah satu figur yang dipercaya mengemban tugas tersebut. Andi Gani mengaku memberikan dukungan penuh sekaligus berpesan agar idealisme perjuangan buruh tetap menjadi pegangan utama.

Ia pun optimistis tokoh-tokoh buruh yang bergabung dengan pemerintahan tidak akan meninggalkan akar perjuangan mereka.

“Saya yakin siapa pun yang berasal dari gerakan buruh dan masuk ke pemerintahan tetap memiliki keberpihakan kepada pekerja dan akan terus memperjuangkan kepentingan mereka,” katanya.

Andi Gani menambahkan, dirinya telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo mengenai pilihannya untuk tetap berada di luar pemerintahan. Menurut dia, keputusan tersebut dipahami dengan baik oleh Presiden.

Ia berharap kolaborasi antara tokoh buruh yang berada di dalam pemerintahan dan yang tetap bergerak di luar dapat memperkuat perlindungan tenaga kerja sekaligus menghadirkan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada kaum buruh. (agn)