Awas, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Jabodetabek 2–3 Mei 2026
BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga sangat lebat di wilayah Jabodetabek pada 2–3 Mei 2026. Sejumlah daerah berstatus waspada dan siaga dengan risiko banjir dan longsor.

HALLONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan di wilayah Jabodetabek pada 2 dan 3 Mei 2026.
Curah hujan diperkirakan berkisar dari intensitas sedang hingga sangat lebat, yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Pada tanggal 2 Mei, sejumlah wilayah berada dalam kategori waspada, yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Wilayah tersebut meliputi Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.
Sementara itu, kategori siaga ditetapkan untuk Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Bogor.
“Pada level ini, hujan berpotensi turun dengan intensitas lebat hingga sangat lebat,” tulis BMKG melalui situs resminya yang dikutip wartawan media ini Sabtu (2/5/2026).
BMKG tidak menetapkan wilayah dalam kategori awas pada hari tersebut. Selain itu, tidak terdapat peringatan terkait angin kencang.
“Memasuki 3 Mei 2026, potensi hujan masih berlanjut di sejumlah wilayah Jabodetabek,” tegas BMKG.
Status waspada berlaku untuk Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.
Adapun wilayah dengan status siaga meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu, yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Seperti hari sebelumnya, tidak ada wilayah yang masuk kategori awas, serta tidak ditemukan potensi angin kencang.
BMKG menjelaskan bahwa setiap level peringatan memiliki potensi dampak yang berbeda. Pada level waspada, masyarakat dapat menghadapi genangan air, luapan sungai, hingga kemungkinan longsor ringan.
Sementara itu, pada level siaga, risiko meningkat menjadi banjir, banjir bandang, dan longsor yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, layanan publik, serta infrastruktur.
Masyarakat di wilayah Jabodetabek diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.
Pemantauan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG juga disarankan guna mengantisipasi potensi dampak yang lebih besar.
Kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan selama periode cuaca ekstrem ini. (opy)
