Begal Mengintai, Kompolnas Tegaskan Rasa Aman Warga Jadi Taruhan Polisi

Kompolnas meminta Polda Metro Jaya memastikan keamanan pejalan kaki pada malam hari lewat patroli rutin, penguatan poskamling, dan kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:34 WIB
Begal Mengintai, Kompolnas Tegaskan Rasa Aman Warga Jadi Taruhan Polisi
Anggota Kompolnas, Ida Oetari. (Humas Polda Metro Jaya for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan bahwa rasa aman warga saat berjalan pada malam hari menjadi ukuran penting keberhasilan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Jakarta.

Anggota Kompolnas, Ida Oetari, meminta Polda Metro Jaya tidak hanya bergerak saat kejahatan sudah terjadi, tetapi juga aktif menciptakan suasana aman bagi masyarakat.

Menurut Ida, warga yang masih merasa takut berjalan malam hari menunjukkan bahwa tantangan keamanan ibu kota belum sepenuhnya selesai.

Karena itu, patroli rutin dan pengawasan wilayah rawan harus diperkuat secara konsisten.

“Rasa aman masyarakat ketika berjalan malam hari menjadi indikator penting kamtibmas. Itu harus benar-benar diwujudkan,” ujar Ida pada Sabtu (23/5/2026).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mencegah meningkatnya aksi kriminal jalanan.

Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah menghidupkan kembali pos keamanan lingkungan atau poskamling di kawasan permukiman dan titik rawan kejahatan.

Menurut Ida, keberadaan poskamling bisa menjadi kekuatan tambahan bagi kepolisian dalam menjalankan langkah pencegahan sebelum tindak kriminal terjadi.

“Poskamling bisa menjadi perpanjangan tangan kepolisian untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan lebih awal,” katanya.

Lanjutnya, saat ini Polda Metro Jaya telah membentuk Tim Pemburu Begal untuk memburu pelaku pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan warga ibu kota.

Namun, Ida mengingatkan agar fokus penanganan kepolisian tidak hanya tertuju pada kasus begal semata. Sebab, masih banyak tindak kriminal lain yang juga mengancam keamanan masyarakat Jakarta.

“Energi aparat kepolisian tetap terbagi secara merata untuk menangani seluruh potensi gangguan keamanan yang berkembang di tengah masyarakat,” tandasnya. (fer)